Opini

Banyak Titik Banjir Samarinda: Unggahan Instagram Sebagai Data Kebencanaan

Media sosial menyimpan potensi besar sebagai alat pemantauan dan peringatan dini bencana.

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Dokumen pribadi

Lima tahun terakhir, banjir di Kota Samarinda meninggalkan jejak yang tidak hanya terlihat di jalanan dan permukiman, tetapi juga terdokumentasi di media sosial. 

Berdasarkan penelusuran dan analisis unggahan Instagram, tercatat 154 titik banjir yang tersebar di berbagai wilayah Kota Samarinda. Temuan ini menunjukkan banjir bukan peristiwa sporadis, melainkan persoalan berulang dan meluas secara spasial.

Unggahan foto dan video warga yang selama ini kerap dianggap sebagai dokumentasi personal, pada kenyataannya menyimpan informasi yang bernilai. 

Melalui pendekatan analisis data berbasis media sosial, unggahan tersebut dapat diolah untuk mengidentifikasi lokasi kejadian, frekuensi, serta pola banjir dari waktu ke waktu. 

Dalam konteks ini, Instagram tidak hanya berfungsi sebagai ruang berbagi cerita, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber data partisipatif kebencanaan. 

Lebih jauh, media sosial berpotensi menjadi alarm awal dalam merespons peristiwa banjir. Informasi visual yang diunggah warga secara real time mampu menggambarkan kondisi lapangan secara langsung, bahkan sebelum laporan resmi diterbitkan. 

Namun, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dalam sistem penanggulangan bencana.

Hal tersebut dapat dilihat dari sejumlah peristiwa banjir di berbagai daerah, seperti banjir di Sumatera Utara yang sempat mendapat respons lambat dari pemerintah. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk memanfaatkan media sosial sebagai instrumen pemantauan dan peringatan dini bencana masih perlu diperkuat. 

Padahal, dengan pengelolaan data yang sistematis, media sosial dapat menjadi jembatan penting antara kondisi lapangan dan pengambilan keputusan.

Opini ini ditulis oleh M. Firzy Handika Saputra, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unmul 2022.



Kolom Komentar

Share this article