Wansus Suarga Nabil: Kinerja DPM KM 2024/2025 hingga Tantangan Mengembalikan Kepercayaan KM Unmul

Wansus Suarga Nabil: Kinerja DPM KM 2024/2025 hingga Tantangan Mengembalikan Kepercayaan KM Unmul

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

SKETSA - Berakhirnya rangkaian Pemilihan Umum Raya (Pemira) dan dilaksanakannya Kongres Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul pada Selasa (6/1), menandai berakhirnya masa kerja kepengurusan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM Unmul Periode 2024/2025. 

Kepada Sketsa, Suarga Nabil selaku Ketua DPM KM Unmul 2024/2025 membagikan perjalanan dan hambatan dalam melaksanakan program kerja sebagai wakil KM Unmul. Berikut Wawancara Khusus (Wansus) dengan Suarga, Minggu (4/1) lalu.

Bagaimana evaluasi Atau penilaian pribadi terhadap DPM KM setahun ke belakang? 

Saya rasa beban kerja DPM dibandingkan BEM jauh lebih ringan mengingat fungsi dan kewenangannya sangat dibatasi di Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Melakukan fungsi legislasi, aspirasi, dan pengawasan. Juga, banyak banget PR-PR yang harus kami lakukan di periode ini.

Apa PR terbesar menahkodai DPM KM 2024/2025? 

Terkait kepercayaan keluarga mahasiswa yang awalnya memang sangat amat zero pada awal kepengurusan. Karena memang DPM KM sebelumnya, hanya sisa tiga orang. Jujur saya ironis melihatnya, apalagi DPM Universitas.

Jadi kilas balik sebelum saya naik pasca kongres, PR-nya bagaimana supaya tidak terjadi lagi minimnya partisipasi teman-teman fakultas.

Bagaimana langkah mengatasi hal tersebut?

Pertama kunjungan ke teman-teman fakultas. Di kepengurusan ini selalu saya tekankan bahwa teman-teman fakultas mau merasakan rangkulan DPM KM. Itu mengapa program kami kebanyakan visit legislatif yang sudah kami lakukan di 11 fakultas. Tersisa FKG, Farmasi, dan FKLT.

Sejauh mana program kerja DPM KM dijalankan? 

Hanya ada satu program kerja yang belum terlaksana, yaitu sekolah legislatif untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mau diadakan di awal kepengurusan. Namun di awal kepengurusan kemarin, delegasi baru dari FH, FKIP, FIB, FKIP, dan FISIP. Sehingga sekolah legislatif yang awalnya skala prioritas kita geser.

Prioritasnya adalah visit legislatif ke teman-teman fakultas. Menjalin komunikasi lagi. Bentuknya diskusi sambil bahas rancangan naskah akademik. 

Apa tantangan selama menahkodai DPM KM?

Membangun komunikasi dan saling percaya. Itu salah satu beban yang memang DPM KM selanjutnya pun harus selalu jaga. Bagaimana kepercayaan teman-teman yang ada di fakultas, BEM fakultas, atau bahkan DPM fakultas ke DPM KM. 

Dari segi SDM sendiri apakah menjadi hambatan?

Karena beban kerja tidak begitu berat, kami mengambil konsep kerja kolektif-kolegial. Setiap program, kami kerja bareng-bareng, kami pikirkan bareng-bareng. Karena PR DPM tahun ke tahun pasti SDM dan aku nggak mau di tahun ini pun permasalahan SDM lagi.

Apa pencapaian signifikan atau inovasi dari DPM KM selama Anda menjabat?

Kalau inovasi baru, ini program yang baru kami adakan di DPM KM. Tapi memang sudah ada di DPM-DPM fakultas itu Rapat Dengar Pendapat (RDP) Rapat yang menjalankan 2 fungsi, fungsi aspirasi dan fungsi pengawasan.

Fungsi aspirasi yang dijalankan adalah RDP permasalahan sarana prasarana Student Center (SC). Secara fungsi pengawasan, RDP kami lakukan kepada Menteri-Menteri atau bahkan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM. Terakhir, RDP terhadap salah satu menteri terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang (UU) Pemira. 

Kedua, UU Pemira. Harusnya juga ada UU P3, UU BEM, UU DPM, dan UU KM. Namun, yang selesai UU Pemira dan UU P3 yang baru sampai rancangan naskah akademik.

Bagaimana komunikasi dan pengawasan terhadap BEM KM Periode 2024/2025?

Saya dengan presiden, wakil, bahkan banyak menteri-menteri yang memang komunikasi selalu terjaga. Karena fungsi dari kami koordinasi sekaligus fungsi pengawasan ke BEM. Ketika memang ada hal yang tidak sesuai AD/ART, pasti kami tegur. Namun, bukan berarti menyampingkan fungsi koordinasi dan fungsi lainnya kepada BEM.

Apa harapan untuk DPM KM periode selanjutnya?

Harus selalu jadi lebih baik, yang pertama. Yang kedua, tuntaskan seluruh tanggung jawab. Jangan pernah lari dari tanggung jawab yang sudah teman-teman emban. (ner/myy/mou)