FEB Siap Berlaga dalam Pemira

FEB Siap Berlaga dalam Pemira

SKETSA - Aroma pesta demokrasi di penghujung tahun 2018 mulai terasa di berbagai fakultas, salah satunya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang tak lama lagi akan melaksanakan Pemilihan Umum Raya (Pemira) bakal Gubernur BEM FEB.

Runtutan timeline Pemira telah dilaksanakan, dimulai dengan pendaftaran bakal calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) BEM FEB terhitung sejak 11 hingga 15 September lalu. Ditemui Sketsa, Ketua DPM FEB Pandu Fazri Harmawan mengatakan sebanyak 8 calon yang mengambil berkas, hanya 2 calon yang mengembalikan berkas hingga ditetapkan sebagai pasangan calon (paslon).

Pada 22 September lalu telah ditetapkan nomor urut paslon setelah pencabutan. Nomor urut 1 diduduki paslon Wahyu Kuncoro-Agustin Dwi Damayanti, dan Mohammad Reza Munandar-Mofid Baidowi sebagai paslon nomor urut 2.

Sejauh ini kedua paslon berupaya menarik atensi mahasiswa guna meraih suara pada laga Pemira mendatang. Masa kampanye ditutup dengan debat kandidat yang berlangsung Minggu (30/9) lalu.

Ihwal kampanye, dikatakan Pandu bahwa masing-masing paslon mendapatkan dana kampanye sebesar Rp 300ribu, yang kemudian hari ini merupakan waktu pengumpulan laporan keuangan tersebut.

Minimnya Animo Mahasiswa dalam Pemira

Tak dapat dimungkiri, saat pesta demokrasi masih banyak mahasiswa yang tak acuh. Hal ini terlihat dari jumlah pemilih dalam laga Pemira di tahun-tahun sebelumnya. Begitu juga dengan Pemira FEB 2017 silam, tercatat hanya kurang lebih seribu pemilih dari total mahasiswa yang mencapai lima ribu.

"Tahun lalu banyak sebenarnya yang tidak memilih. Sekitar seribu saja yang memilih," ucap Pandu.

"Untuk gol pemilih tahun ini masih sama seperti tahun lalu yaitu dua ribu suara," tambahnya.

Meski begitu, Pandu mengaku belum ada terobosan baru guna meraih antusias mahasiswa. Selama ini hanya berupa imbauan dari dekan dan beberapa tantangan yang diadakan pada pesta demokrasi mendatang.

"Nanti ada beberapa challenge yang akan diberikan agar menarik. Memang pusat utama kita itu kan maba ya, dan juga lebih ingin belajar apa sih yang ada di kampus, ini kan Pemira pertama mereka juga." tukasnya. (snh/nhh/adl)