Wanita Senja

Wanita Senja

Betahun-tahun lamanya kisah ini menjadi bingkai

Sejak rasa masih sama seperti dulu

Tawa kecil sembari menari diantara hujan sore itu

Kau tepat disampingku memberi tawa yang sama


Entahlah,aku pikir tawa yang sama akan memberikan rasa yang sama

Betahun-tahun lamanya aku tetap menunggu akhir penantian ini

Ingkatkah engkau ? Janji itu bisu dan ambigu

Saat usai, kau biarkan rasa ini tergantung


Biarkan hati ini berdamai sejenak

Karena tidak mudah menjadi penikmat rasa dalam kesendirian

Hati ini lebam kau tusuk berkali-kali dengan pedang itu

Harusnya aku yang kau obati, tapi yang kau beri cinta dia


Ternyata ini rasa menjadi seorang senja

Terlarut dalam kesendirian dengan indahnya yang sekejap

Tidak begitu menyilaukan namun mendamaikan dalam sementara

Kau anggap aku ini hanyalah senja, indah sekejap untuk mu hingga tak dirindukan lagi.

Ditulis oleh Lestari Riski Saputri, mahasiswa FEB 2017