Pesakitan yang Kamu Kurung
Pesakitan yang ini, tidak pernah diharapkan kedatangannya.
Sumber Gambar: Pinterest
Apa memang seperti itu?
Pesakitan bak wabah yang harus ditutup rapat,
Serapat surat yang kamu sisipkan di bawah brankar tua,
Sela tipis pun tak dapat dirogoh.
Pesakitan yang ini, tidak pernah diharapkan kedatangannya.
Tahu-tahu timbul di sela hati,
Merangkak dari yang paling dasar.
Tidak boleh unjuk diri,
Berakhir jadi lebam,
Di bilik yang paling sukar dilihat.
Lebamnya mulai pudar,
Bukan karena kamu obati,
Melainkan karena sudah matang.
Siap dipetik dan ditunjukkan ke seseorang,
yang selama ini kamu awasi,
sepanjang usiamu.
Kamu tidak pernah berharap sembuh,
Kamu hanya rindukan kejujuran.
Puisi ini ditulis oleh Andini Oktaviandari, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2022.