Puisi

Musim Panas yang Basah

Namun, lagi-lagi mengapa air masih saja turun?

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Pexels

Mentari tampak gagah di langit sana
Sinarnya yang terik membelai hingga ke ulu hati
Bukankah artinya ini adalah musim panas?
Namun, mengapa air terus saja bercucuran?
Bahkan membasahi bantal kesayangan

Menengok kembali pada lautan biru di atas sana
Mentari masih setia menampakkan diri
Namun, lagi-lagi mengapa air masih saja turun?
Bahkan sekarang bergulir di pipi

Mengenakan jas hujan
Lindungi diri dengan payung
Bawa berlari,
Agar air tidak mengenai bantal kesayangan

Ah ... mereka tertawa,
Kebingungan.
“Mengapa berpenampilan seperti itu di musim panas?”

 Aku bertanya-tanya.
Tidakkah mereka dihujani oleh air yang sama?

Puisi ini ditulis oleh Risna, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul 2022.



Kolom Komentar

Share this article