Untukmu

Untukmu

Kau tahu hatiku sudah berserakan

Hancur lebur berantakan

Kau tahu dulu tiang-tiang kokoh

Yang menyanggah hati ini dengan tegar

Menjadikan tameng-tameng

Melawan rasa yang ada hingga aku kebal

Tak peduli …


Kau datang dengan membawa secercah cahaya bagiku

Penyegar dahaga di padang gurun

Mungkin bagimu tidaklah penting 

Tetapi bagiku tidak…
Kau membuat aku merasa dan merindu

Tetapi rasa sakit terus kau torehkan


Kau tau dengan sisa kekuatan

Aku mengais-ngais kepingan-kepingan yang hancur

Berusaha membuatnya utuh kembali

Berusaha bangkit dari angan-angan akan dirimu

Kuucapkan terima kasih atas luka yang kau beri



Ditulis oleh Sri Wahyuni, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.