Sesak

Sesak

Sesak kembali membuka rasa malam ini
Mengingat malam-malam dulu yang penuh dengan sesal
Mengingat semua kepayahan, kehilangan yang dapat terjadi sewaktu-waktu


Semua pernah bodoh dan gemar diam-diam membuka luka
Menutupnya terlalu sulit mengingat penyembuh luka seringkali absen dalam perjalanannya
Kenangan bisa memudar tapi rasa sulit sekali untuk itu


Yang terjadi tidak bisa kau langkahi
Karena memang harus dihadapi
Atau sekedar tatap itu meski hilang antusias


Sisa-sisa itu terserah mau kau apakan
Hanya untuk jadi pengingatmu saja, bahwa yang kau cegah ingat malah sering bertamu mengetuk ruang-ruang ingatanmu


Jangan kurung dirimu dan menyekatnya dengan luka-luka atau dengan tegasnya ego
Kau manusia, tidak akan bisa seperti itu sekuat apa mencoba
Berhasil merasa dan menerimanya bukan kekalahan
Ganti sosok penyembuh lukamu menjadi dirimu sendiri


Hari ini akan kau lewati juga
Sesak ada agar tau rasa lapang
Semoga esokmu lebih baik
Semoga malam-malam berikutnya kau tenang

Harapku pada diri.


Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2018