Sebentar Saja

Sebentar Saja

Sumber Gambar : Istimewa

Kau tak mengerti bagaimana aku memaksa diriku berdiri di saat nyaring kudengar kasak-kusuk orang di luar sana. 

Dalam menikmati itu semua, aku menjadi orang paling amoral yang tanpa izin berlindung pada tenangnya naunganmu. 

Melempar diriku dalam kepastian,

bahwa suatu saat aku bergantung pada sesuatu yang tiada. 

Karena yang sebentar saja sudah mampu membuat tetap hidup meski retak, 

kita sepakat memaknainya sebagai kasih yang abadi.

Puisi oleh Talitha Aufa Nabila, mahasiswa Kesehatan Masyarakat, FKM 2020.