Ratap Sang Abadi

Ratap Sang Abadi

Rambutku terurai
Tiada gugur satu helai
Lelah aku bergerak
Karna tlah lama aku berpijak

Tuhan pandanglah aku sang abadi,
Yang lelah bersujud meratap tanpa henti,
Ku mohon buatlah aku berpulang,
Buat aku pergi menjadi tulang,

Lantas untuk apa aku disini?
Meratap memandang senja merah berkali kali,
Dengan hijau rimbun dedaunan yang kering mati,

Tiadalah lagi teman atau lawan
Tiadalah lagi kekasih atau pujaan
Bahkan makhluk telah lapang
Telah sunyi tlah terbenam,

Dapatkah aku pergi
Dapatkah aku mati,
Dan tak lagi abadi,

Gugurkanlah aku,
Ampunkan aku,
Usaikan aku,

Sesungguhnya aku makhluk yang tiada bersyukur,
Terhadap kodrat yang tegak dan akur,

Lalu ratapku tlah abadi,
Aku remang aku musnah
Tiada lagi abadi.


Ditulis oleh Syarif Fauzan Khairullah, mahasiswa Proram Studi Sastra Inggris, FIB 2015.