Pohon Hati

Pohon Hati

Kehadiranmu dalam hidup
Seakan mengetuk pintu yang telah lama tertutup
Memberikan cahaya dalam diri yang telah lama redup
Membuat rasa yang berarti pada jantung yang berdetup

Kau dan aku mulai menanam benih pohon hati ini
Mengakar kuat dan kokoh tak bisa dipisahkan
Detik demi detik, menit dan jam kita kini
Beranting panjang tak bisa dipatahkan

Daun cinta yang indah melengkapinya
Tapi, mengapa mereka tak hijau lagi?
Akar ranting yang kokoh menjaganya
Tapi, mengapa mereka tak kuat lagi?

Aku merasa kau akan pergi
Jika benar, tutup pintu itu lagi
Biarkan cahaya ini mati
Dan relakan jantung ini tak berdetup kembali

Apa yang terjadi pada pohon hatiku?


Ditulis oleh Sulistianoto Theo Ciptono, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, FIB 2015.