Perihal Menjanjikan Fajar

Perihal Menjanjikan Fajar

Sebentar...
Biarkan sejenak aku berdiskusi dengan senja
Mengadu pada alam tentang hati yang tengah nelangsa
Berkeluh perihal gundah-gulana
Peluh keringat hingga bercucur air mata

Berpuisi di penghujung hari
Bagaskara di ufuk barat pun ikut bersaksi
Berekspresi tiada batas pada semesta
Bosan pada ekspektasi yang tak kunjung menjadi realita

Sang Kuasa bergegas menggerakkan waktu
Diubahnya langit jingga menjelma kelabu
Lalu dipanggilnya kawanan bintang untuk menemani rembulan
Bersinar tentram menghibur hati yang sedang berkonspirasi
“Tenang saja, Dia Maha Melihat” kata mereka

Sontak, suasana jiwa meredam
Pemilik jagad raya berbisik kepadaku melalui malam
Bahwa Ia selalu menjanjikan fajar
Atas harapan untuk mereka yang ingin mengejar

Ditulis oleh Annisa Ulya Novriana, mahasiswi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2016.