Gugur Bunga

Gugur Bunga

ku lihat matamu di tumbuhi gulma dan ilalang,

seperti bersembunyi dan melihat cinta yang habis di patuki burung pemakan bangkai,


kemudian harapan-harapan yang bergelantungan di tubuhmu

gugur satu persatu dari pepohonan

yang kita rawat dengan pelukan-pelukan dan air mata


di antara pohon-pohon mati yang di penuhi kata-kata yang tergeletak

kerinduan dan lengan-lengan kita saling berebut,

tentang siapa yang paling banyak mengumpulkan kesunyian ini.


kita tak lagi mengenal harum bunga-bunga musim semi

hanya bau busuk pada sajak yang menumbuhkan bunga

dan bunga yang kau petik adalah duka lara yang kau cincinkan di jari manismu.


Ditulis oleh La Dores, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional 2013.