BEM FIB Gelar Aksi Simbolik: Suarakan Duka dan Ruang Aman di Kampus
Mahasiswa Unmul gelar aksi simbolik di FIB dalam rangka mengenang 40 hari kepergian kawan mereka.
Sumber Gambar: Dokumen Pribadi
Mahasiswa Unmul yang berkumpul di FIB menggelar aksi simbolik bertajuk “Mengenang 40 Hari Kepergian Kawan Kita” sebagai peringatan 40 hari kepergian salah satu kawan mereka pada Jumat (17/4) pukul 17.00 Wita di lapangan FIB.
Aksi ini menjadi ruang duka sekaligus refleksi kolektif atas situasi yang dirasakan mahasiswa di lingkungan kampus. Rangkaian aksi dimulai dengan penyalaan lilin sebagai simbol duka, dilanjutkan dengan doa bersama dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan.
Mahasiswa juga menuliskan pesan solidaritas dan refleksi di media yang disediakan. Kegiatan kemudian berlanjut ke mimbar bebas, yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pengalaman, keresahan, dan suara kolektif mereka.
Di mimbar bebas tersebut, mahasiswa menyoroti pentingnya kehadiran kampus sebagai ruang yang aman dan responsif. Berbagai suara yang muncul menunjukkan bahwa tekanan akademik, relasi di lingkungan kampus, serta terbatasnya ruang ekspresi masih menjadi persoalan yang dirasakan bersama.
Mahasiswa menegaskan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar, tetapi juga harus mampu menjadi ruang yang peduli terhadap kondisi mahasiswanya. Seruan untuk menghadirkan ruang aman menjadi salah satu poin yang paling kuat disampaikan dalam aksi ini.
Namun, pada saat pembacaan press release sebagai penutup, terjadi intervensi dari pihak birokrasi fakultas yang meminta aksi dihentikan. Situasi sempat memanas dan terjadi adu argumen antara mahasiswa dan pihak birokrasi, sebelum akhirnya dilerai oleh pihak keamanan kampus.
Peristiwa tersebut menjadi catatan bahwa di tengah suasana duka, suara mahasiswa masih berhadapan dengan pembatasan. Padahal, aksi berujung selesai dan mahasiswa tengah bersiap untuk membubarkan diri serta membersihkan area kegiatan.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa duka tidak boleh berhenti pada seremoni. Duka harus menjadi ruang kesadaran bersama, sekaligus dorongan untuk menghadirkan lingkungan kampus yang lebih aman, terbuka, dan berpihak pada mahasiswanya.
Press Release ini ditulis oleh Khairunnisa Nikita Amanda, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2024 dan Humas Aksi Simbolik Mengenang 40 Hari Kepergian Kawan Kita.