Belajar Kece dari Kaltim Kece

Belajar Kece dari Kaltim Kece

Sumber: Dok Sketsa Unmul

SKETSA - Rabu (4/9) Sketsa bertandang ke kantor Kaltim Kece sebagai wujud pelaksanaan program Build Relation (Brain). Sebagai salah satu media online terkemuka di Kalimantan Timur, Kaltim Kece dirasa tepat untuk menjadi sarana belajar Sketsa dalam pengembangan diri, pasalnya Sketsa bergerak dalam bidang yang sama.

Berbeda dari kebanyakan kantor media yang pernah Sketsa kunjungi, Kaltim Kece berani mendobrak asas kantor media konvensional di Kaltim. Selama di sana, Sketsa tidak merasa sedang berada di tempat kerja, melainkan sebuah tempat nongkrong anak muda. Tampilan kantornya kasual namun modern. Bahkan tempat kerja bagi redaksi tidak dalam wujud ruangan dengan meja dan kursi, tapi sebuah ruangan dengan karpet lembut dan sofa-boneka yang empuk. Kece sendiri merupakan akronim dari keren dan cerdas, dan menjadi nilai yang dipegang media lokal ini.

Menurut Fel GM (Editor in Chief) dan Bobby Lolowang (Editor), tempat seperti ini dibuat menyesuaikan cara kerja wartawan Kaltim Kece yang berbasis mobile. Kebanyakan berita mereka sudah tidak lagi ditulis menggunakan laptop, hanya cukup menggunakan gawai. Fel mengatakan bahwa wartawan boleh tidak datang ke kantor, hanya cukup menyetor berita via Whatsapp atau pun Email. Bahkan Bobby menyatakan kalau Kaltim Kece tidak memberikan deadline spesifik soal penyetoran berita, karena Kaltim Kece fokus pada kualitas dan kedalaman konten berita. Inilah yang membedakan Kaltim Kece dengan mayoritas media online yang berisi straight news yang cepat terbit namun dangkal dari segi narasi dan isi.

Selama Brain berlangsung, Sketsa mendapat banyak sekali kritikan dan masukan dari Fel. Bahwa website Sketsa harus mulai mengikuti perkembangan zaman dan digarap lebih serius, karena dari segi penampilan cukup tertinggal. Juga dikatakan agar Sketsa bisa meningkatkan fungsi media sosial seperti Instagram dan Facebook sebagai sarana distribusi berita serta penambah daya tarik.

Disarankan pula agar Sketsa lebih fokus pada penambahan anggota. Menurut Fel, semakin banyak anggota maka akan semakin banyak pula peluang munculnya bibit-bibit jurnalis hebat. Sebagai alumnus Unmul, Fel berharap Sketsa dapat menjadi pelopor dalam lahirnya jurnalis-jurnalis muda berbakat. Ia memperkirakan bahwa kebutuhan Kaltim terhadap jurnalis muda akan meningkat, mengingat Kaltim akan menjadi ibu kota negara.

Terakhir kami diajak berkeliling kantor. Selain ruang kerja yang unik, studio sekaligus ruang editing, ruang kesehatan (yang sebenarnya adalah ruang santai bagi perokok), ruang developing website, tentu yang paling berkesan adalah adanya kafe di dalam kantor mereka.

“Kalian boleh sering nongkrong di sini kok, selama sering pesan kopi juga,” kata Fel bercanda. (fer/wil)