Mengingat Hanya Ada Satu Bumi untuk Masa Depan

Mengingat Hanya Ada Satu Bumi untuk Masa Depan

Sumber Gambar: Pexels

SKETSA – Apa yang terjadi jika Bumi sebagai planet tempat tinggal kita saat ini tidak lagi dapat ditinggali? Apakah kamu punya alternatif planet lain yang bisa ditinggali manusia secara kolektif?

Pertanyaan ini serupa dengan tema yang diangkat untuk selebrasi Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tahun ini, 5 Juni 2022 kemarin. Peringatan ke-50 tahun yang bermuara dari Konferensi Stockholm ini, mengampanyekan Satu Bumi untuk Masa Depan” atau versi internasionalnya ialah “Only One Earth”. Itu sebagai pengingat bahwa betapa gentingnya kondisi Bumi saat ini yang seharusnya bisa menjadi perhatian bersama. Sebab kerusakan lingkungan hidup telah terjadi secara global hingga mengancam eksistensi Bumi. Apa saja bentuk dan istilahnya? Simak rangkuman Sketsa berikut ya!

Perubahan Iklim

Perubahan iklim merupakan perubahan yang disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Perubahan ini dapat mengubah komposisi atmosfer secara global hingga mengakibatkan perubahan variasi iklim yang sangat terasa ketika dibandingkan secara kurun waktu.

Pola iklim yang kerap kali berubah ini ternyata turut memengaruhi produksi pangan melalui berbagai faktor. Seperti meningkatnya curah hujan yang tidak normal, meningkatnya permukaan air laut yang terkontaminasi dengan air tawar di pesisir, meningkatnya risiko bencana banjir, serta membuat penyebaran hama dan penyakit tropis ke daerah lain.

Penipisan Lapisan Ozon

Bagai pedang bermata dua, keberadaan posisi ozon juga memiliki dampak positif dan negatif. Ozon yang berada di lapisan atmosfer (dekat permukaan bumi) dapat mengganggu kesehatan. Namun sebaliknya, ozon yang berada di lapisan stratosfer akan melindungi makhluk hidup dan sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan oleh matahari. 

Berlubangnya lapisan ozon mengakibatkan semakin tingginya radiasi yang mencapai permukaan bumi. Paparan sinar UV yang berlebihan dapat mengakibatkan kanker kulit, katarak, dan memperlemah sistem kekebalan tubuh manusia. Pada sisi lain, peningkatan radiasi UV juga mengakibatkan berkurangnya hasil panen dan gangguan pada rantai makanan di laut.

Efek Rumah Kaca 

Efek rumah kaca atau yang dikenal pula dengan istilah green house effect merupakan kondisi adanya gas polutan yang akan melapisi bumi sehingga sinar matahari yang berhasil menerobos, panasnya akan tertahan dan tidak dapat lepas kembali di atmosfer bebas. Secara logika, suhu dalam rumah kaca akan lebih tinggi sebab suhu panasnya yang tidak berhasil menembus rumah kaca. Jika gas polutan yang membentuk gas rumah kaca dibiarkan berlarut tanpa tindakan, bukan hal yang mengejutkan apabila suhu di bumi kian memanas seiring berjalannya waktu.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini seyogianya bertujuan mengajak warga Bumi, untuk menyadari bahwa di antara banyaknya planet yang tersebar di galaksi alam semesta, hanya Bumi satu-satunya yang dapat menjadi tempat tinggal. 

Mari memaknai peringatan ini sebagai momentum menyerukan tindakan kolektif dan transformatif dalam skala global untuk merayakan, melindungi, serta memulihkan planet kita, ya! Tak ada upaya yang terlalu kecil. Strategi baik top down ataupun bottom up yang dilakukan sinergis untuk memperlambat laju kerusakannya perlu diapresiasi dan dijadikan langkah serius bagi pemulihan lingkungan. (nkh/khn)