Mengukur Efektivitas Job Fair Unmul Batch II
Job Fair Unmul kembali hadir memfasilitasi baik pencari kerja maupun mahasiswa tingkat akhir untuk bertemu mitra perusahaan
Sumber Gambar: Instagram/Unmul
SKETSA – Unmul melalui Unit Pelaksana Akademis (UPA) Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (Perkasa) kembali menyelenggarakan bursa kerja bertajuk Job Fair Batch II Tahun 2026, Senin (27/7) hingga Selasa (28/7) di Auditorium Unmul.
Kegiatan yang rutin diadakan empat kali dalam setahun ini menjadi salah satu sarana penghubung antara mahasiswa tingkat akhir, alumni, dan pencari kerja dengan mitra perusahaan.
Kendati agenda ini rutin dihadirkan sebagai upaya memfasilitasi lulusan perguruan tinggi, efektivitas pelaksanaan, baik dalam hal pencapaian luaran (output) serapan tenaga kerja maupun kepuasan peserta, menjadi aspek penting yang terus dicermati.
Mengenai tingkat efektivitas dan luaran hasil kegiatan, Panitia Pelaksana sekaligus Staf UPA Perkasa Unmul, Nur Fithriyah Wahyuni menjelaskan bahwa pengukuran keberhasilan job fair dilakukan melalui tahapan rekapitulasi data yang ditagih secara bertahap kepada perusahaan mitra.
"Untuk saat ini kami sedang meminta data di hari pertama dan hari kedua terkait berapa jumlah pelamar dari masing-masing perusahaan, kemudian maksimal seminggu setelah job fair akan kami tagih lagi ke perusahaan berapa data yang sudah diproses," terang Nur saat diwawancarai Sketsa, Selasa (28/7) lalu.
Ia menambahkan, dari segi tingkat partisipasi, agenda ini menunjukkan tren yang relatif meningkat seiring dengan tingginya dinamika kebutuhan tenaga kerja industri serta animo para lulusan baru (fresh graduate) yang memerlukan sarana pencarian kerja langsung.
Di samping persoalan rekrutmen, dinamika dunia kerja kerap diwarnai oleh kondisi di mana posisi kerja yang tersedia tidak selalu sejalan dengan minat atau latar belakang jurusan pelamar.
Menanggapi realita tersebut, pihak penyelenggara menilai bahwa kehadiran bursa kerja perlu diimbangi dengan penguatan kompetensi mandiri dari para pelamar.
Nur menekankan bahwa ijazah akademis perlu ditunjang oleh keterampilan tambahan serta sertifikasi profesional agar daya saing pencari kerja semakin kuat di mata perusahaan.
"Saat lulus dari kampus, kita tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga harus ada kompetensi-kompetensi lainnya. Sertifikasi kompetensi itu sangat penting. Jika teman-teman bekerja di tempat yang belum sesuai minat, hal itu bisa dijadikan sarana mengumpulkan modal untuk ujian sertifikasi atau mengikuti bootcamp agar daftar riwayat hidup (curriculum vitae/CV) menjadi lebih diperhitungkan," paparnya.
Ia juga menyarankan para lulusan untuk menyesuaikan CV dengan format Applicant Tracking System (ATS) friendly serta memanfaatkan pengalaman berorganisasi dan prestasi perlombaan sebagai bukti modal keterampilan nonteknis (soft skill) dan komunikasi, terutama bagi mereka yang belum memiliki pengalaman kerja formal.
Dari sudut pandang peserta, keberadaan Job Fair Batch II ini dirasakan memberikan dampak positif dalam memberikan transparansi informasi mengenai kebutuhan kualifikasi perusahaan.
Salah seorang alumni Bimbingan Konseling FKIP Unmul, Zulfa menyampaikan bahwa kegiatan ini membantu dirinya memahami kualifikasi yang dicari oleh industri secara langsung.
"Di sini banyak perusahaan yang hadir dan menjelaskan secara detail mengenai posisi dan rincian pekerjaan (jobdesk) yang dicari, sehingga kita bisa menyesuaikan diri," ujarnya.
Meski demikian, Zulfa memberikan masukan konstruktif terkait durasi penyelenggaraan yang berlangsung selama dua hari. Menurutnya, alokasi waktu tersebut tergolong singkat bagi peserta yang ingin melamar ke banyak perusahaan secara cermat.
"Acara ini dilaksanakan dua hari. Ke depannya mungkin waktunya bisa diperpanjang, misalnya menjadi seminggu. Kalau waktunya lebih panjang, pelamar bisa lebih bersiap, melakukan riset perusahaan, serta menyiapkan berkas CV fisik secara lebih matang," tuturnya.
Upaya memfasilitasi perjumpaan antara dunia kampus dan industri melalui Job Fair Unmul menjadi langkah rutin yang berharga. Ke depannya, efektivitas bursa kerja ini diharapkan terus berkembang seiring dengan evaluasi pelaksanaan, keterbukaan data luaran serapan, serta kesiapan kompetensi para lulusan. (wil/gya/aya)