Berita Kampus

Kericuhan Warnai PKKMB Unmul 2026, Panitia Sampaikan Pernyataan Sikap atas Tata Kelola Penyelenggaraan

Kondisi cuaca panas dan ketegangan dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026 di lapangan GOR 27. Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul rilis pernyataan sikap.

Sumber: Rahman/Sketsa

SKETSA – Unmul menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026 di lapangan GOR 27 September, Senin (3/8). Ribuan Mahasiswa Baru (Maba) dari 14 fakultas hadir sejak pagi untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diharapkan berlangsung kondusif dan tertib.

Sejak pukul 06.00 Wita, massa tiap-tiap fakultas mulai bergerak menuju GOR 27 September. Lapangan mulai dipenuhi para Maba pada pukul 06.52 Wita, sebelum acara resmi dibuka oleh Master of Ceremony (MC) pada pukul 07.30 Wita. 

Suasana sempat memanas ketika sesi yel-yel fakultas dibatasi waktu, sehingga sebagian besar fakultas tidak sempat menampilkan yel-yel mereka. Hal ini memicu kericuhan kecil antara FKIP dan MC, lantaran waktu untuk sesi yel-yel mereka dibatasi dari yang awalnya 5 menit menjadi 2 menit karena efisiensi waktu.

Memasuki pukul 08.23 Wita, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Bazar, menyampaikan sambutan sekaligus data jumlah mahasiswa baru tiap fakultas. 

Yakni, FEB (875), FISIP (776), FAPERTA (513), FAHUTAN (367), FKIP (1670), FPIK (298), FH (450), FMIPA (417), FT (805), FK (228), Farmasi (207), FIB (328), FKG (70), dan FKM (204). Namun, penyebutan jumlah mahasiswa FKM sempat tertinggal, sehingga memicu kegaduhan sejenak di lapangan.

Kegaduhan Mulai Memuncak

Tidak lama berselang, pukul 08.32 Wita, saat sesi sambutan dari rektor Unmul, beberapa massa dari fakultas justru melakukan berbagai aksi protes. Situasi di atas panggung juga sempat tak terkendali dan berujung ricuh.

FH mengangkat foto Presiden BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra, yang bertuliskan “Pelacur Gerakan” dan “Termul pada masanya”.  Sementara FIB maju ke depan dengan wajah yang ditutup kain sebagai bentuk protes.

Setelahnya, pada pukul 08.36 Wita, seluruh Maba 2026 yang dipimpin oleh salah satu anggota BEM KM Unmul, Makanoneng Deifen Lerio, menyanyikan lagu Darah Juang sebagai simbol perlawanan terhadap pembungkaman.

Memasuki pukul 08.55 Wita, sesi penyematan almamater dan janji mahasiswa berlangsung. Namun, kondisi cuaca panas dan ketegangan yang terjadi membuat beberapa fakultas memilih meninggalkan lapangan GOR 27 September. 

Beragam latar belakang tiap-tiap fakultas yang meninggalkan GOR 27 September; FK keluar atas arahan dekan, FH sebagai bentuk protes, dan FMIPA karena kondisi tidak memungkinkan serta menghindari kericuhan. 

Parade Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dimulai pukul 09.09 Wita juga diwarnai walk out dari sejumlah fakultas. Sehingga, kegiatan PKKMB resmi diakhiri pada pukul 09.15 Wita, dengan FEB menjadi fakultas terakhir yang meninggalkan GOR 27 September pada pukul 09.30 Wita.

Suara Mahasiswa Baru

Rizky, salah satu Maba FPIK, menilai acara berjalan lancar meski cuaca hari ini sangat panas dengan massa yang cukup padat. Ketika ditanya mengenai pembagian almamater yang belum merata, Rizky menjelaskan bahwa dirinya yang lulus dari jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) syukurnya mendapatkan almamater.

“Kemarin sih katanya almamater dibatasi, tapi saya akhirnya dapat,” jelasnya.

Maba lain, Amalia Salsabila dari FEB mengaku tetap semangat menjalani PPKMB meskipun di tengah terik matahari dan terjadi kericuhan serta pembatasan waktu. Ia juga menuturkan harapannya agar gedung GOR 27 September dapat direnovasi sehingga PKKMB selanjutnya dapat diselenggarakan di dalam gedung.

Saat ditanyai tentang informasi penukaran almamater yang terbatas, Amalia menjelaskan bahwa dirinya sendiri mendapatkan almamater karena sebelumnya sudah mendaftar di Unmul Store.

“Saya dapat almamater, tapi banyak teman yang belum. Katanya stok ukurannya kurang, jadi ada yang harus pinjam dari kakak tingkat,” tuturnya.

Meskipun dirinya langsung mendapatkan almamater di awal, namun Maba jalur SNBT masih banyak yang belum mendapatkan almamater tersebut. Ia juga menambahkan bahwa terdapat pula teman-teman yang telat mendaftar di aplikasi sehingga tidak kebagian almamater.

Pernyataan Sikap Panitia PKKMB Unmul 2026

Melalui pernyataan resmi yang dirilis di Instagram, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM)  Unmul menegaskan bahwa persoalan yang muncul dalam PKKMB 2026 bukanlah konflik antar lembaga mahasiswa, melainkan konsekuensi langsung dari tata kelola penyelenggaraan yang tidak konsisten terhadap kesepakatan bersama.

BEM KM Unmul menilai pelimpahan kewenangan kepada mahasiswa tidak boleh dimaknai sebagai pelimpahan tanggung jawab institusi. Tanpa dukungan sarana, prasarana, kepastian kebijakan, dan koordinasi yang memadai, yang lahir bukan partisipasi bermakna, melainkan kekacauan yang berpotensi memecah solidaritas mahasiswa.

Mereka menyoroti pergeseran pola persoalan, jika sebelumnya kritik diarahkan pada intervensi pihak luar kampus, tahun ini birokrasi kampus justru melimpahkan kewenangan kepada mahasiswa melalui pakta integritas tanpa kesiapan dan konsistensi. 

Akibatnya, ketegangan yang seharusnya bersifat vertikal antara mahasiswa dan birokrasi bergeser menjadi ketegangan horizontal antara BEM KM dan BEM Fakultas.

Dalam sikapnya, BEM KM menyerukan beberapa tuntutan, yakni:

  1. Evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola PKKMB 2026, termasuk mekanisme pemulihan kewenangan dari birokrasi kampus kepada mahasiswa,

  2. Pemenuhan fasilitas, sarana, dan prasarana sesuai kesepakatan,

  3. Penghormatan penuh terhadap pakta integritas yang telah ditandatangani, disertai konsekuensi jelas apabila terjadi pelanggaran oleh pihak manapun,

  4. Penghentian praktik pelimpahan tanggung jawab tanpa dukungan institusional yang memadai,

  5. Pembentukan mekanisme evaluasi bersama pasca-PKKMB yang melibatkan BEM KM, seluruh BEM Fakultas, dan pihak universitas secara terbuka serta terdokumentasi.

Meski PKKMB Unmul 2026 resmi berakhir pada pukul 09.15 Wita, dinamika yang terjadi meninggalkan catatan penting bagi civitas akademika di kampus dengan akreditasi unggul tersebut. (zie/mou)




Kolom Komentar

Share this article