Wisuda Gelombang II 2026, Abdunnur: Unmul Perkuat Peran Sebagai Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Unmul gelar Wisuda Gelombang II 2026 pada Sabtu (20/6), FKIP kembali menjadi fakultas yang menyumbang wisudawan terbanyak gelombang ini
- 20 Jun 2026
- Komentar
- 63 Kali
Sumber Gambar: Topaz/Sketsa
SKETSA – Unmul gelar Wisuda Gelombang II 2026 pada Sabtu (20/6) hari ini. Setelah gelombang sebelumnya sempat tergeser, FKIP kembali menjadi fakultas yang menyumbang wisudawan terbanyak gelombang ini.
Berdasarkan laporan dari Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik, Lambang Subagiyo, FKIP mengirimkan 273 wisudawan. Disusul FEB yang mengirimkan 201 lulusan, kemudian FISIP sebanyak 195 lulusan.
Rektor Unmul, Abdunnur menyebut pada wisuda kali ini, Unmul berhasil melampaui jumlah lulusan sebelumnya yang berjumlah 1.617 orang serta mengonfirmasi kembali terkait jumlah lulusan Wisuda Gelombang II.
“Sebetulnya yang diwisuda tepatnya 1.700 orang, ini adalah yang terbanyak saat wisuda. Dan termasuk di dalamnya 255 orang yang berhasil meraih pendidikan ujian atau cum laude,” sebut Abdunnur pada sambutannya.
Abdunnur berpesan kepada seluruh wisudawan agar selalu menghasilkan produktivitas yang berkualitas dan membuktikan Alumni Unmul mampu menghadirkan dampak positif. Alumni juga diminta beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat agar dapat berkontribusi di masyarakat.
“Oleh karenanya, Universitas Mulawarman terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan Ilmu Pengetahuan melalui kolaborasi serta lingkungan akademik yang unggul, inklusif, dan berdaya sains secara global.”
Adapun Lulusan Terbaik Program Sarjana kali ini diraih Beda Anggriani dari FKM dengan IPK 3.99 dan masa studi 3,8 tahun. Perolehan tersebut menggeser posisi FIB yang sudah dua kali Lulusan Wisuda Terbaik pada dua gelombang wisuda sebelumnya.
Lulusan Terbaik dari FIB, Nabila Jayanti Marpaung menjadi perwakilan wisudawan dan memberikan kesan pesannya sebagai lulusan di gelombang kedua ini.
Dirinya menyebutkan tidak hanya dalam mengambil gelar, namun perlu adanya perjuangan dalam mempersiapkan hari kelulusannya ini.
“Jadi kan itu saling berhubungan, makanya di situ struggle-nya buat menunggu-nunggu, terus juga enggak ada istirahat buat mencapai momen hari ini,” ucap Nabila saat diwawancarai Sketsa, Sabtu (20/6).
Tidak hanya itu, Nabila turut memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa untuk tetap semangat mengejar tujuannya hingga akhir.
Ia menekankan kegagalan mungkin saja bisa terjadi dalam suatu proses. Namun, itu bukan lah suatu alasan untuk menyerah, ibarat tangga yang dibangun satu per satu hingga kita mencapai apa yang diinginkan. (mau/myy/mou)