Unmul Darurat Sampah, Achmad Hafiz Lakukan Kontribusi Meningkatkan Kesadaran Akan Kebersihan Kampus
Berangkat dari keprihatinan terhadap sampah yang berserakan di kawasan Unmul, mahasiswa Fakultas Pertanian, Achmad Hafiz, melakukan aksi bersih-bersih secara mandiri
Sumber Gambar: konten Achmad Hafiz
SKETSA - Sebagai mahasiswa sudah sewajarnya memberi contoh kepada banyak pihak, khususnya dalam menjaga kebersihan kampus sendiri. Beberapa pihak ada yang memang sudah bertanggung jawab, tetapi tidak dipungkiri masih banyak yang acuh tak acuh terhadap sampah di sekitar kampus.
Permasalahan sampah hingga saat ini masih terus dibahas, terutama di lingkungan Unmul yang menjadi spot ternyaman mahasiswa berkumpul mengerjakan tugas dan bersantai. Faktanya, permasalahan sampah bukan hanya di satu titik saja, melainkan beberapa lokasi sekitar Unmul.
Baca: Sampah: Masalah Lama yang Tidak Kunjung Usai di Fasilitas Unmul - Sketsa Universitas Mulawarman
Jika hal ini terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya kerusakan lingkungan, melainkan juga mencakup manusia di dalamnya. Oleh karena itu, kesadaran terhadap lingkungan sekitar perlu ditingkatkan.
Kesadaran akan kebersihan di kampus, salah satunya dilakukan oleh seorang mahasiswa Faperta, Achmad Hafiz melalui aksi bersih-bersih yang dikemas dalam bentuk konten reels Instagram. Aksi tersebut ia lakukan di beberapa titik di Unmul yang terjadi penumpukan sampah.
Aksi Bersih-Bersih di Taman Unmul
Achmad hafiz beberapa waktu lalu membuat konten bersih-bersih di Instagram pribadinya. Ia telah menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus, melalui aksi bersih-bersih sampah yang dilakukan secara mandiri di lingkungan sekitar taman Unmul (tamul).
Kegiatan tersebut berawal dari rasa prihatin terhadap sampah-sampah yang berserakan di sekitar lingkungan Unmul. Padahal di beberapa lokasi sudah tersedia tempat sampah, tetapi masih ada saja sampah berserakan.
“Saya awalnya cuman lihat-lihat saja kan, kok sampahnya ada masih. Setelah lama-lama semakin banyak, akhirnya langsung eksekusi dan sudah 3 kali kegiatan ini dilakukan,” ucapnya saat diwawancarai langsung oleh Sketsa, Sabtu (17/01) lalu.
Kegiatannya masih berfokus di kawasan Tamul karena menurutnya, area tersebut menjadi salah satu titik yang paling menonjol terkait persoalan sampah di lingkungan kampus.
Ia juga menegaskan kegiatan yang dilakukan merupakan inisiatif pribadi tanpa adanya program bersama lembaga kampus maupun organisasi kemahasiswaan. Konten kegiatan bersih-bersih tersebut sempat mendapat respon dari pihak Unmul, tetapi belum berlanjut pada kerja sama resmi.
Harapan untuk Mahasiswa Unmul
Meskipun begitu, Hafiz tetap berkomitmen melanjutkan aksinya secara bertahap, namun konsisten. Sembari mengajak dan membuka ruang bagi mahasiswa lain yang ingin bergabung, yang pada akhirnya semua kembali ke diri masing-masing mau atau tidak berkontribusi nyata.
“Sesuai kesadaran masing-masing saja, kalau misal mahasiswa yang melakukan pembuangan sampah itu ya sadar diri lah masing-masing. Kita sudah mahasiswa, kalau memang masyarakat umum, ya itu kesadaran mereka juga, kembali ke kesadaran masing-masing lah,” tegasnya.
Kepedulian di lingkungan kampus dapat dimulai dari langkah sederhana, tetapi memberi dampak besar jika dilakukan dengan konsisten.
(afa/mau/aya)