Berita Kampus

Presiden BEM FISIP Sebut Pije Munafik, Presiden BEM Teknik Memilih Tak Berkomentar

Presiden BEM FISIP dan Presiden BEM Teknik pun ikut bersuara. (Sumber: Istimewa)

SKETSA – Menanggapi fenomena pra hingga pasca pertemuan terbatas antara Pije, Rizaldo, dan pihak Pertamina, dua presiden BEM fakultas yang tidak mendeklarasikan diri terlibat dalam Aliansi Garuda Mulawarman juga memberi pandangan.

Presiden BEM FISIP Andi Muhammad Akbar menyebut Pije munafik, sedangkan Yoga Pratama Khatulistiwa, Presiden BEM Teknik lebih memilih tidak berkomentar.

“Sebagai sesama aktivis pergerakan mahasiswa, saya kecewa,” ungkap Akbar memulai komentarnya ke Pije.

Mahasiswa Prodi Pembangunan Sosial 2015 itu berujar bahwa hal ini sama sekali tidak bisa dibenarkan dalam gerakan mahasiswa karena akan mencoreng kemurnian dari niat mahasiswa itu sendiri. Namun, Akbar tidak menyebut yang dilakukan Pije sebagai politik dua kaki.

“Kalau pandangan aku pribadi itu sama sekali tidak diperbolehkan karena dikhawatirkan akan menguntungkan beberapa pihak saja,” ucapnya. “Itu sebenarnya bukan politik dua kaki, tapi aku memandangnya sebagai kemunafikan Pije.”

Ia meneruskan komentarnya dengan menyebut gerakan yang dibangun oleh teman-teman di BEM FEB harusnya dibangun tanpa embel-embel kepentingan golongan. Namun dengan adanya temu Pertamina dan pembahasan proposal Eco Summit, Akbar menyesalkan tindakan itu menjadi noda dari perjuangan BEM FEB.

“Di satu sisi berteriak tentang isu kerakyatan, tapi orientasinya justru keuntungan untuk kelompok mereka sendiri. Saya berharap kami dan teman-teman lain ke depannya tidak akan terlibat dalam konspirasi menjijikkan ini,” ujar Akbar.

Suara lain datang dari kampus Teknik. Yoga Pratama Khatulistiwa, Presiden BEM Teknik mengaku tidak bisa berkomentar banyak. Ia hanya berujar bahwa BEM Teknik tidak ingin ada keberpihakan kepada ‘blok’ manapun. Oleh karena itu, Yoga tidak ingin menanggapi hal ini dengan gegabah.

Namun ketika dimintai pendapat soal politik dua kaki yang dilakukan Pije, Yoga menjawab bahwa itu tidak demikian. Ia melihat posisi Pije hanya terapit pada situasi dan kondisi yang momentummnya bersamaan.

“Jikalau Eco Summit mungkin selisih waktunya agak lama dengan demo kemarin, ya pasti tidak akan muncul istilah semacam ini,” ujar Yoga pada Sketsa, (24/4) lalu.

Terkait pertemuan Pije dengan Pertamina, Yoga kembali tak mau terlalu ikut campur. Ia tak mau menanggapi Pije yang tak menyebutkan adanya bahasan Eco Summit saat bertemu dengan Pertamina.

“Saya no comment kalau soal itu,” tutupnya. (sut/nhh/dan/erp/syl/len/wal)



Kolom Komentar

Share this article