Sosok

Rahmad Zar'in: Terpilih Menjadi Bagian Timnas Futsal Berkat Kegigihan dan Konsistensinya dalam Dunia Olahraga

Mengenal Muhammad Zar'in, mahasiswa Penjaskes FKIP Unmul yang menjadi bagian Timnas Futsal Indonesia yang akan berlaga pada ASEAN Championship 2026

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Rahmad Zar'in

SKETSA - Mahasiswa Program Studi Penjaskes FKIP Unmul berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Rahmad Zar’in Muttaqin terpilih menjadi bagian Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia yang akan berlaga pada ASEAN Championship 2026.

Perjalanan Rahmad hingga menembus timnas bukan proses instan. Sejak kecil, ia sebenarnya lebih dahulu mengenal sepak bola sebelum memutuskan terjun ke dunia futsal lebih jauh.

“Awalnya saya bermain sepak bola, tetapi mungkin rezekinya bukan di sana. Alhamdulillah rezekinya justru di futsal,” ujarnya saat ditemui awak Sketsa pada Senin (2/3) lalu. 

Ketertarikannya pada dunia olahraga, khususnya sepak bola dan futsal telah tumbuh sejak usia dini. Dari sana muncul keinginan untuk menjadi pemain profesional dan menekuni karier di bidang tersebut.

Kesempatan bergabung dengan Timnas Futsal Indonesia datang melalui pemanggilan seleksi. Rahmad menuturkan bahwa sebelumnya ia aktif bermain di Liga Profesional Indonesia, sehingga performa dan konsistensinya di lapangan kemungkinan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pemanggilan tersebut.

“Seleksinya hanya melalui pemanggilan saja. Sebelumnya saya bermain di Liga Profesional Indonesia, mungkin dari situ permainan dan konsistensi dilihat,” jelasnya.

Meski demikian, proses tersebut tidak lepas dari tantangan. Rahmad mengaku harus berjuang menunjukkan performa terbaiknya di setiap pertandingan, terutama saat berhadapan dengan tim-tim besar yang telah memiliki pemain berpengalaman, termasuk mantan pemain timnas.

Namun, ia mengaku tidak pernah berpikir untuk menyerah. Baginya, kegagalan merupakan bagian dari proses yang harus dilalui dalam perjalanan menuju tujuan yang lebih besar.

“Saya selalu percaya bahwa kegagalan bukan berarti berhenti di situ saja. Saya percaya proses, karena pasti selalu ada tantangan yang lebih besar ke depannya,” ungkap Rahmad.

Dalam perjalanan karirnya, Rahmad menekankan dukungan dari orang sekitar turut mempengaruhi keberhasilannya.

“Dukungan sangat penting, terutama dari orang tua, orang terdekat, sahabat, dan pasangan. Kita tidak mungkin sampai di titik ini tanpa doa dari mereka semua,” ujarnya.

Menariknya, menjadi bagian dari Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026 bukanlah target utama yang sejak awal ia tetapkan. Rahmad menganggap pencapaian tersebut sebagai hasil dari proses panjang yang dijalankannya selama ini.

Alhamdulillah masih ada senior juga, jadi saya tetap punya target untuk terus berkembang,” tambahnya.

Setelah turnamen ini, Rahmad memiliki harapan untuk terus meningkatkan level permainannya. Ia bahkan membuka kemungkinan untuk meniti karier futsal di luar negeri jika mendapat kesempatan.

“Kalau bisa bermain di luar negeri tentu akan lebih bagus,” ungkapnya.

Di tengah kesibukannya sebagai atlet, Rahmad juga harus menjalani peran sebagai mahasiswa. Ia mengakui tidak selalu mudah membagi waktu antara latihan, pertandingan, dan perkuliahan.

“Terkadang kalau sudah terlalu lelah, mau tidak mau saya harus kehilangan beberapa perkuliahan,” katanya.

Situasi tersebut bahkan sudah ia alami sejak masa sekolah. Saat duduk di bangku SMA kelas 12, Rahmad mengaku hanya sempat mengikuti pembelajaran sekitar satu bulan pada saat mendekati ujian akhir.

Meski demikian, prestasi olahraga yang diraihnya sering menjadi pertimbangan bagi pihak sekolah maupun kampus untuk memberikan dispensasi. Ia pernah menjalani latihan selama satu tahun untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) di Medan dan berakhir memuaskan. 

“Alhamdulillah terbayarkan dengan meraih medali emas,” ujarnya.

Di kampus, Rahmad juga mendapatkan dukungan dari dosen dan pihak program studi. Ia sempat memperoleh dispensasi lebih dari dua bulan untuk mengikuti kegiatan latihan dan pertandingan bersama tim.

“Saya diberi izin untuk absen, tetapi tetap diberikan tugas,” jelasnya.

Sebagai mahasiswa di bidang pendidikan jasmani, Rahmad mengaku ilmu yang dipelajari di bangku kuliah turut membantu dalam menjaga performa fisik, seperti pengetahuan mengenai pemanasan dan menjaga kebugaran tubuh.

Di akhir wawancara, Rahmad menyampaikan pesan bagi mahasiswa maupun atlet muda yang ingin mengikuti jejaknya. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan ketekunan dalam menjalani proses.

“Untuk pemain yang lebih muda atau seumuran, tetap semangat karena proses tidak ada yang tahu. Terus latihan dan berusaha, karena kami juga memulai dari kesulitan yang sama,” pesannya.

Melalui kesempatan membela Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026, Rahmad berharap dapat memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.

“Saya berharap bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. InsyaAllah perjuangan tidak akan berhenti di sini dan akan terus berusaha ke depannya,” tutupnya. (tsr/dtm/rva/mou)



Kolom Komentar

Share this article