Berita Kampus

Perselisihan Hingga Penundaan Gelaran Pemira

Sekretariat DPM KM yang disegel massa. (Sumber foto: Instagram pujangga_bertuah)

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


SKETSA - Kisruh Pemira BEM KM masih terus berlanjut. Berdasarkan timeline KPPR, hari ini seharusnya akan dilakukan pemungutan dan rekapitulasi suara. Namun tanda-tanda gelaran pesta demokrasi tak nampak, sejumlah fakultas justru lengang dan sepi.

Salah satunya di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Gunung Kelua, sejak siang hingga sore tadi, tidak terlihat tanda-tanda akan dilaksanakannya pemungutan suara. Di sana hanya terlihat mahasiswa yang tengah melakukan aktivitas perkuliahan.

Melihat hal ini, Sketsa mencoba mengonfirmasi Ketua KPPR Fatmawati. "Tunda," jawab Fatma singkat melalui pesan WhatsApp.

Hingga saat ini belum diketahui sampai kapan penundaan ini berlaku. Sebelum informasi penundaan ini beredar, diketahui pemilihan sempat dilakukan di dua fakultas, yakni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI). 

Sebelumnya siang tadi digelar pertemuan tertutup untuk melakukan mediasi yang dihadiri Encik Akhmad Syaifuddin selaku Wakil Rektor III, DPM KM, KPPR, Panwas, serta perwakilan dari masing-masing paslon.

Konflik Sebelum Pelaksanaan Pemungutan Suara

Sehari sebelumnya, tepatnya Senin (17/12) kemarin, pukul 15.00 Wita timses paslon nomor urut dua Akbar-Rifai ramai-ramai memadati halaman Gedung Student Center (SC). Dikonfirmasi awak Sketsa, tujuan kedatangan mereka masih sama dengan saat debat kandidat, yaitu meminta kejelasan kepada DPM KM dan KPPR selaku penganggung jawab dan penyelenggara Pemira.

Seperti diketahui, dalam konfrensi persnya pada Sabtu (15/12) lalu, pihaknya menyatakan telah mencabut berkas dan menolak jika Akbar-Rifai masih dicantumkan sebagai kandidat paslon dengan nomor urut dua.

(Baca: https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/kisruh-pemira-bem-km-berakhir-pencabutan-berkas/baca)

Mereka sempat mendatangi sekretariat DPM KM namun sore itu tidak ada Dwi Lutfhi, Ketua DPM KM. Hingga malam hari, rombongan timses ini tetap memadati halaman gedung SC sembari menunggu keputusan pihak DPM KM dan KPPR atas pencabutan berkas yang dilayangkan.

Sekitar pukul 21.30 Wita, awak Sketsa menyambangi sekretariat DPM KM. Saat itu DPM KM tengah diberikan waktu 2x30 menit untuk mengambilan keputusan. Namun rupanya hingga menjelang 22.30 Wita belum ada titik terang.

Suasana semakin memanas tatkala Lutfhi menemui massa yang sudah menanti kehadirannya di halaman Gedung SC. Lutfhi tetap pada keputusannya untuk melaksanakan Pemira hari ini. Hal ini semakin membuat keriuhan massa semakin tak terbendung. Beberapa bahkan sulit dihentikan hingga petugas keamanan turut mengamankan.

Melihat massa yang semakin tak terkendali, pihak keamanan memutuskan untuk membawa Lutfi pergi menggunakan mobil patroli keamanan. Malam semakin larut, menjelang tengah malam massa mulai membubarkan diri. (sut/mrf/fir/adl/wil)



Kolom Komentar

Share this article