Berita Kampus

Lakukan Aksi, Mahasiswa FPIK Kritisi Dekan

AKSI: Enam tuntutan mewarnai aksi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unmul. Salah satunya mereka meminta agar dekan tegas dan peka terhadap keadaan fakultas.

SKETSA- “Kami! Mahasiswa memiliki enam tuntutan kepada dekan. Harus bersikap peka serta tegas, transparansi pengelolaan dana kemahasiswaan dan yang lainnya, tenaga pengajar harus bertanggung jawab sesuai fungsinya, sediakan fasilitas memadai, evaluasi kebijakan akademik yang kerap mempersulit mahasiswa, dan memaksimalkan sistem pengelolaan program studi penyuluhan,” ujar Risham selaku koordinator lapangan aksi.

Enam tuntutan tersebut disuarakan oleh mereka yang terdiri dari Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), BEM, dan beberapa mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unmul, pagi tadi (10/5/2016) di halaman fakultas.

Salah satu tuntutan yaitu kejelasan mengenai program studi (prodi) Penyuluhan Perikanan. Prodi yang dibentuk hasil kerja sama pemerintah tersebut kekurangan dosen berkompeten. “Semenjak dekan yang sekarang memimpin, seperti tidak ada kejelasan. Akhirnya dosen perikanan yang bukan bidangnya pada prodi penyuluhan mengajar, kan tidak sesuai,” kata Candra Aldi Zulikram, Ketua BLM FPIK.

Selain itu, porsi belajar teori 40 persen dengan didukung praktikum 60 persen yang ditentukan melenceng. Diungkapkan Candra, prodi Penyuluhan Perikanan justru 90 persen teori dengan sisanya praktikum. “Sama sekali tidak sesuai,” lanjut dia.

Transparansi dana berujung pemenuhan fasilitas menjadi sorotan lain. Dijelaskan Candra, jumlah kursi tak sesuai dengan mahasiswanya. Sehingga, kegiatan belajar mengajar mengharuskan beberapa mahasiswa duduk di lantai. Mereka menilai dekan kurang peka terhadap fakultas.

Wahyu Tri Wibowo, Wakil Ketua BEM FPIK menegaskan bahwa dirinya juga menuntut kejelasan aliran dana. “Uang sewa gazebo yang dipakai orang jualan itu larinya kemana? Fasilitas belajar kami juga kurang,” imbuh mahasiswa prodi Budidaya Perairan itu.

“Bukan hanya mahasiswa, kami juga merasakan hal yang sama,” terang Isriansyah, Wakil Dekan III FPIK. Pihaknya mengaku telah mengupayakan pengadaan kursi, namun terkendala saat di tataran universitas.

Isriansyah tak menduga jika mahasiswa akan melakukan aksi. Sebelumnya, ia telah bertemu pihak BLM mengenai masalah tersebut, namun tak diprediksi jika berujung aksi. “Inginnya audiensi, tak perlu aksi. Sebab, kegiatan belajar mengajar terganggu pagi ini,” sebut dia.

Sesuai permintaan Isriansyah dan Gusti Haqiqiansyah selaku Wakil Dekan I, massa diminta untuk membuat surat audiensi yang akan dilayangkan kepada dekan. Sebab, dekan sedang tidak di tempat saat itu. Rencananya, audiensi diadakan Selasa (11/5/2016) besok. (ajy/mir/e3)



Kolom Komentar

Share this article