Pasca Penyampaian Visi Misi, Tiga Calon Rektor Maju Tahap Wawancara Menteri
Pilrek Unmul 2026–2030 memasuki tahap wawancara Mendiktisaintek setelah lima calon disaring menjadi tiga, senat akan memilih rektor melalui pemungutan suara tahap kedua.
- 17 Sep 2026
- Komentar
- 20 Kali
Sumber Gambar: Instagram Unmul
Sketsa - Pemilihan Rektor (Pilrek) Unmul Periode 2026—2030 memasuki tahap wawancara Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia (RI). Tahap ini dilakukan setelah penyaringan pertama dalam rapat senat tertutup pada Selasa (8/9) lalu.
Sebelumnya, penyampaian visi misi dilakukan oleh lima Calon Rektor Unmul. Kelima calon tersebut kemudian mengikuti rapat senat tertutup yang berhasil menyaring tiga Calon Rektor Unmul.
Adapun tiga calon yang mendapatkan suara, antara lain:
1. Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si. dari FPIK,
2. Prof. Dr. Rudianto Amirta, S.Hut., M.P. dari FKLT,
3. Prof. Dr. Fahrul Agus, S.Si., M.T. dari FT.
Ketua Senat Unmul, Haviluddin menuturkan Mendiktisaintek belum memberikan waktu pasti. Pelaksanaan wawancara daring tersebut mengikuti waktu menteri yang akan diinformasikan sehari sebelumnya.
“Untuk waktunya, pak menteri yang menentukan. Kemudian, setelah proses wawancaranya selesai pak menteri juga melalui pak dirjen akan memberikan informasi ke kita,” tuturnya saat ditemui langsung pada Rabu (16/9) kemarin.
Mengenai mekanisme wawancara, Haviluddin menjelaskan bahwa ketiga Calon Rektor Unmul tersebut akan mengikuti wawancara sesuai arahan, dapat dilakukan secara paralel maupun individu.
“Artinya tergantung situasi kondisional Pak Menteri nanti gitu.”
Masalah Rangkap Jabatan yang Rampung
Haviluddin menerangkan permasalahan rangkap jabatan yang sebelumnya menghambat proses pilrek telah tuntas. Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) merespons dengan baik hasil penyaringan.
“Permasalahan-permasalahan yang sebelumnya yang rangkap jabatan sudah clear.”
Berdasarkan surat resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) tertanggal 27 Agustus 2026, dinyatakan bahwa tidak ada lagi masalah administrasi. Sehingga, penyaringan bakal calon rektor dilanjutkan pada Selasa (8/9) lalu.
Asal Suara Tiga Calon
Mengenai suara yang memilih tiga calon, Haviluddin mengungkapkan bahwa suara tersebut berasal dari rapat senat tertutup yang dilaksanakan pada Selasa (8/9) sesaat setelah penyampaian visi misi.
“Pemilihan yang pertama itu hanya dari senat, yang jumlah totalnya 91, kemudian yang hadir 90 karena 1 nya berhalangan hadir karena sedang umroh.” terangnya.
Sehingga, sesuai peraturan pertama kuorum. Perhitungan suara diperoleh, calon nomor 2 (Abdunnur) mendapatkan 65 suara, calon nomor 4 (Rudianto Amirta) mendapatkan 24 suara, calon nomor 5 (Fahrul Agus) dapat 1 suara.
Sementara itu, perolehan suara itu dimiliki masing-masing calon. Pihaknya hanya sebagai senat yang memastikan proses berjalan sesuai peraturan.
Keterlibatan Pilrek
Berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Permen Ristekdikti) Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi, keterlibatan menteri sebesar 35 persen. Sementara sisanya berasal dari senat, yakni sebesar 65 persen.
“Yang pasti perwakilannya nanti atau menterinya sendiri yang akan datang ke kita (Senat) pada saat hari-h putaran kedua.”
Saat ini, jumlah anggota senat sebanyak 91 orang. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Senat Haviluddin pada awak Sketsa.
“Senat yang berjumlah 91 senat.”
Netralnya Senat
Meski memiliki hak suara 65 persen, Haviluddin menegaskan bahwa senat berada dalam posisi netral. Pilrek ini, kata Haviluddin, sebagai hajatan besar yang menilai pertarungan gagasan akademik. Dalam hal ini, senat dapat mengukur capaian yang ditempuh para calon rektor.
“Senat bisa melihat seberapa jauh capaian yang bisa ditempuh. Sehingga, dengan jiwa dan akal akademisnya, ia akan memilih sesuai dengan itu, koridor akademik.”
Proses Selanjutnya
Mengenai proses selanjutnya, senat menunggu jadwal wawancara menteri bersama tiga calon rektor. Setelahnya, rapat senat tertutup akan dilaksanakan untuk memilih Rektor Unmul selanjutnya.
Sementara itu, civitas akademika Unmul hanya dapat menunggu hasil rapat senat tertutup atau tahap pemilihan kedua.
“Iya, karena peraturan pemerintahnya begitu."
Haviluddin berharap, pelaksanaan Pilrek berjalan baik, netral dan akuntabel. Selain itu, pihaknya ingin siapapun rektor yang terpilih nanti bisa membawa Unmul menjadi lebih bagus dan melaksanakan janji program kerjanya.
“Kita senat siap mendukung, Karena jabatan tertinggi menjadi rektor itu jabatan sampingan aja, jabatan utamanya adalah pengabdian mengajar (Tridharma),” pungkasnya. (mlt/zie/dtm/ali/mou)