Kabar 8 Bulan Ruang Sinema Unmul

Kabar 8 Bulan Ruang Sinema Unmul

SKETSA - Diresmikan oleh Masjaya pada 14 Maret 2018, kemunculan ruang sinema di perpustakaan Unmul langsung mendapatkan respons positif dari seluruh civitas academica. Beragam fasilitas disediakan guna mendukung ruang sinema menjadi sarana inovasi dan edukasi mahasiswa. Lalu bagaimana kabarnya sekarang?

Selama delapan bulan beropreasi, diakui Supardi, Kepala UPT. Perpustakaan Unmul, pemakaian ruang sinema hingga kini cukup banyak. Tidak hanya digunakan untuk memutat film, ruang sinema juga kerap digunakan untuk seminar, loka karya, hingga berbagai kegiatan lainnya.

(Baca: https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/soal-ruang-sinema-supadi-gratis/baca)

Meski ruang sinema dapat diisi hingga 70 kursi, namun saat ini hanya ada 50 kursi di dalamnya. Hal ini dikarenakan ruang sinema juga biasa digunakan untuk pertemuan khusus, sehingga perlu tempat untuk meletakkan sofa di area depan. Sedangkan jika pesertanya banyak, ada sebagian yang akan lesehan.

Selain mahasiswa Unmul, ruang sinema juga biasa digunakan oleh beberapa komunitas dan organisasi eksternal. Untuk film yang diputar, Supardi masih membebaskan kepada pengguna ruang sinema. Sebab, jika pihaknya menyediakan film belum tentu banyak peminatnya. Sehingga saat ini dia masih memantau pemutaran film di ruang sinema. Jika responsnya baik, dia akan memeberlakukan sistem jadwal.

“Sebenarnya selama ini kami tawarkan dulu kepada pemakai, mau menggunakan silakan. Untuk kami, kita masih melihat dulu pemakai gimana progresnya, kalau bagus silakan, kami akan bikin jadwal,” terangnya.

Supardi mengaku sudah menyusun rencana dan jadwal pemutaran film untuk satu bulan. Namun saat masih terkendala biaya operasional untuk memprogramkan pemutaram film. Film yang akan ditanyangkan harus dibeli terlebih dahulu dan harganya pun tidak murah. Alhasil dia harus menunggu film yang sudah lama tanyang untuk bisa diputar kembali.

“Rencana sebulan mau mutar 4 film, masih rencana dan sudah kami jadwalkan, tapi kok nggak ada yang daftar, nanti kalau kita putar, film siap, tapi nggak ada yang datang. Poster sudah ada, tapi masih dalam lingkup sini saja, belum keluar. Ada 8 film kalau nggak salah, kerjasama dengan yang punya," jelas Supardi.

Akses ruang sinema, dikatakan Supardi secara menyeluruh akan dibuka pada Januari mendatang. Nantinya, akan ada jadwal selama satu minggu untuk prodi, organisasi dan lembaga di Unmul yang ingin menggunakan ruang sinema. Namun, kendalanya karena ada 84 prodi, jadi akan ada beberapa prodi yang harus mengalah. Tapi, Supardi masih akan mempertimbangkan rencana ini agar nantinya berjalan dengan baik.

“Cuma kalau ini pemakainya itu harus nonton di sini, tidak untuk dikasihkan. Sudah kami jadwal dalam satu minggu, prodi, organisasi, atau lembaga-lembaga yang mau makai bisa, karna sudah terjadwal untuk diputer hari-hari. Dalam satu minggu itu pemutaran berapa kali, mungkin empat atau lima hari, nanti yang dua hari untuk menyediakan komunitas," tambahnya.

Untuk peminjaman ruang sinema, mahasiswa tidak akan dipunguti biaya. Hanya perlu mengirim surat dan akan segera di proses. Namun, jika peminjaman ruang sinema di luar jam kerja, maka akan dikenakan biaya operasional yang diperuntukkan bagi petugas yang berjaga.

“Kirim surat saja ke kita. Tapi kalau di luar jam nya, mungkin ada memberi kontribusi kepada tukang sapunya, sama yang jaga, di luar jam operasional ya. Mungkin Sabtu atau Minggu, mereka enggak mau datang kalau enggak dikasih kontribusi," imbuhnya.

Ke depannya Supardi akan melakukan perbaikan di ruang sinema, seperti pada sound system, ruang belakang, dan fasilitas lainnya, agar pengunjung ruang sinema merasa nyaman ketika menonton film. (els/nnd/wil)