Fasilitas Gedung Baru FIB Belum Paripurna

Fasilitas Gedung Baru FIB Belum Paripurna

Gedung Baru FIB Unmul (Sumber Gambar: Fernan)

Sketsa - Pindahnya Dekanat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Program Studi Sastra Indonesia (Prodi Sasindo) bukan hanya wacana. Akhir Juli lalu, Prodi Sasindo sudah mencicil kepindahannya ke kampus Gunung Kelua, tepatnya di samping kiri jalan jika melalui gerbang masuk M. Yamin. Gedung baru dekanat fakultas ini tergabung dengan  Gedung Doktoral Manajemen Pendidikan. Pindahnya Prodi Sasindo tidak diikuti dengan pindahnya prodi lain seperti Sastra Inggris dan Etnomusikologi karena ruang kelas yang terbatas.

Wakil Dekan Bagian Akademik FIB, Satyawati Surya mengatakan bahwa ada perbedaan yang harus dibiasakan dari pindahnya kantor administrasi mereka. Seperti berbagi lahan parkir hingga kesulitan air bersih.

“Karena kita bergabung bersama kayak gini, ada Manajemen Pendidikan, Kehutanan yang di sana, ya masalah parkir pastilah. Kita sebagai orang baru ya menyesuaikan saja, kalau tetangga yang sudah menempati lama komplain, ya kita bersabar,” ujarnya.

Menyoal air, Satyawati menjelaskan bahwa kini mereka harus membeli air tandon. "Air yang bermasalah. Kami kan selalu beli air pakai tandon, kalau di sana (Kampus Flores) air selalu lancar. Kayaknya masalah bersama ya air, kalau saya lihat di rektorat saja airnya kuning,” lanjutnya.

Muhammad Hifni, Mahasiswa Sasindo angkatan 2016, mengungkapkan jika fasilitas di gedung baru masih banyak kekurangan.

“Banyak yang kurang. Perpus di sini enggak ada, kantin juga enggak ada. Beda jauh sama yang di Flores,” keluhnya.

Menjawab pernyataan ini Satyawati mengatakan perpustakaan FIB tidak pindah dan tetap bisa digunakan. Selain itu di daerah Kampus Gunung Kelua juga sudah ada perpustakaan milik universitas yang juga bisa digunakan oleh mahasiswa Sasindo. Perihal kantin, Satyawati menerangkan bahwa, karena tempat relatif baru dan ruangan terbatas, maka kantin belum memungkinkan untuk diadakan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ada rencana meminjam lahan milik Pusrehut Kehutanan di lereng bukit gedung FIB sekarang untuk dijadikan lahan parkir. Satyawati juga menyatakan bahwa dekan FIB sudah membicarakan hal ini dengan rektor.

“Di sana juga ada bangunan bekas kantin, entah yang mengelola siapa, saya enggak tahu juga apakah nanti ada keinginan untuk membuka kantin atau tidak. Saya belum tahu,” tutupnya. (fer/els)