BEM FH Unmul Tantang Bakal Calon Rektor Ikuti Uji Publik
Di tengah penundaan rapat, BEM FH Unmul menantang seluruh calon rektor mengikuti uji publik yang akan digelar oleh mahasiswa
- 08 Jul 2026
- Komentar
- 34 Kali
Sumber Gambar: Ai/Sketsa
SKETSA – Rapat Senat Terbuka Penyampaian Visi Misi dan Program Kerja Bakal Calon (Bacalon) Rektor Unmul Periode 2026–2030 yang digelar pada Rabu (10/6) ditunda setelah menerima arahan dari Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti).
Di tengah penundaan rapat, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH Unmul menantang seluruh calon rektor mengikuti uji publik yang akan digelar oleh mahasiswa.
Presiden BEM FH, Maulana Faiq Maftuh mengatakan mahasiswa memang tidak memiliki hak suara dalam pemilihan rektor, tetapi tetap berhak mengetahui visi, misi, dan program kerja Bacalon Rektor sebagai bentuk pertanggungjawaban.
“Maka, hari ini saya menantang kepada calon rektor untuk hadir dalam uji publik kami,” ujar Maulana saat sesi tanya jawab dalam konferensi pers di Gedung Rektorat Unmul, Rabu (10/6).
Selain itu, ia juga mempertanyakan tentang rapat senat yang tertutup tidak ada tercantum ke dalam susunan acaranya.
“Kami semangat hadir karena ingin melihat sosok yang akan memimpin nantinya, melihat gagasan apa yang mereka bawakan, program apa yang akan dijalankan. Itu yang menjadi kegelisahan kami,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Senat Unmul, Haviluddin menjelaskan bahwa pada tahap sosialisasi Bacalon Rektor berlangsung pada 1 sampai 9 Juni. Setiap Bacalon akan memperkenalkan rekam jejak, visi, misi, dan program kerja kepada citivas akademika.
Ia mencontohkan, pada pemilihan rektor sebelumnya, beberapa Bacalon Rektor melakukan audiensi ke fakultas melalui kegiatan yang disiapkan oleh BEM. Sementara itu, calon lainnya bersosialisasi dengan membagikan brosur kepada civitas akademika ke seluruh fakultas.
“Dulu beberapa calon rektor melakukan audiensi kepada civitas akademika. Jadi roadshow. Calon lain juga menyampaikan visi misi dengan mencetak brosur dan dibagikan ke seluruh fakultas. Yang perlu digarisbawahi, mekanisme ini bukan debat seperti pilkada, tetapi penyampaian visi misi dan diskusi,” jelasnya.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unmul 2026, Mustofa Agung Sardjono menegaskan penundaan tahap Pilrek tidak menghapus kegiatan penyampaian visi misi dari calon rektor.
Ia memastikan mahasiswa tetap akan dilibatkan ketika kegiatan kembali dilaksanakan setelah proses klarifikasi dengan Kemendikti selesai.
“Penyampaian visi misi tetap akan dilaksanakan dan mahasiswa dihadirkan. Kalau mahasiswa ingin melakukan uji publik selama masa penundaan, silakan. Ini menjadi kesempatan bagi calon menunjukkan simpati, visi misi, dan program kerjanya,” ujar Mustofa. (mlt/aya)