logo logo

Suara Kritis & Edukatif Mahasiswa

Universitas Mulawarman

Kontak Redaksi LPM SKETSA

Call: +6285159630227

sketsaunmul@gmail.com
Berita Kampus

Aliansi Masyarakat Kaltim Membara: Kembali Menolak Kenaikan BBM

Aksi tuntut kenaikan BBM

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Sari/Sketsa

SKETSA - Aksi penolakan kenaikan BBM kembali digelar. Aksi kedua kali ini bertempat di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur setelah sebelumnya bertempat di Kantor Gubernur yang dilaksanakan pada Selasa (6/9) lalu. Meski dijadwalkan pukul 09.00 WITA, massa aksi baru bergerak pukul 15.00 WITA dengan long march dari Islamic Center menuju Gedung DPRD.

Pada siang menuju sore tersebut, massa aksi disambut oleh pintu gerbang DPRD yang menjulang tinggi dengan rantai melingkar di depannya. Beragam warna pakaian almamater dan PDH lembaga terlihat memenuhi halaman Gedung DPRD. Aksi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian orasi dari sejumlah perwakilan lembaga sembari upaya melepaskan rantai melingkar yang menghalangi massa.

Masih mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Kaltim Membara, tuntutan yang dibawa pun tak berubah. Di antaranya:

1. Mendorong payung hukum yang jelas terhadap penggunaan BBM bersubsidi

2. Mengevaluasi peran BPH Migas yang bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak bersubsidi

3. Mendesak pemerintah memberantas mafia migas dan tambang

4. Menjaga stabilitas harga bahan pokok.

"Kami menginginkan pimpinan DPRD untuk bisa menyikapi atau merespon terhadap tuntutan kami," ungkap Naqib Junechair selaku Humas Aksi pada Selasa (13/9).

Dari pantauan Sketsa, massa aksi masih berusaha untuk membuka gerbang dan memasuki gedung DPRD. Aksi dilakukan hingga pimpinan DPRD memberikan sikap atau massa aksi akan memboikot gedung DPRD. Jika hari ini belum mendapatkan hasil, sebut Naqib aksi lanjutan tetap diupayakan dengan jumlah massa yang jauh lebih besar hingga harga BBM benar-benar turun. (khn/sar)



Kolom Komentar

Share this article