Puisi

Genggaman Perempuan

Sang perempuan yang enggan terhantam, menata angan-angan agar tetap digenggam.

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Freepik

Jagat yang gemar membungkam,
menyeret jiwa ini karam dalam diam.
Angan-angan yang larut perlahan,
hanya karena tergerus oleh riuhnya zaman.

Ketika jagat datang menerjang,

tiada ampunan, jiwa pun ikut terguncang.
Di tengah raungan kehidupan,
waktunya berperang melawan keraguan.

Sang perempuan yang enggan terhantam,

menata angan-angan agar tetap digenggam.
Tekad di garda terdepan,
angan menjelma nyala perubahan.

Perlahan langkah mulai terbuat,

dan sejarah pun turut terpahat.
Tertiba sang jagat menatap ukiran,
enggan menerima tanpa sangkalan.

Perlahan yang menjadi kenyataan,

bahwa perempuan pun berdaya melawan.
Saatnya terus memahat peradaban,
yang jatuh ke tangan seorang perempuan.

Puisi ini ditulis oleh Atika Nur Arianti, mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB Unmul 2025.




Kolom Komentar

Share this article