Melupakan Jalan Raya

Melupakan Jalan Raya

Sumber : tumblr.com

Sampai saat ini, aku masih bedebah yang menjunjung tinggi otoriter. Aku masih merindukan barang-barang kapitalis yang tak kunjung datang. Aku masih menjajah diriku. Tulang punggungku bukan lagi sandaran keluarga, namun papan catur budak yang lapar mata.

Aku melupakan bagaimana aku bertunas. Aku kacang lupa kulitnya. Aku mengabaikan suara-suara aspal yang memintaku segera berkaca. Aku melupakan jalan raya yang pernah menjadi sahabatku saat kabur dari rumah dan membawa segala kebodohanku yang telah menjadi daging.

Aku hidup bersama narasi kosong mahasiswa di pagi hari, dan isap rokok pelacur di malam hari. Aku menanti hari di mana kemanusiaanku kembali.


Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswi Akuntansi, FEB 2017