BAMBI oleh CIMSA Unmul: Edukasi Publik tentang Emisi Sektor Peternakan di Hari Bumi
CIMSA Unmul soroti dampak peternakan terhadap perubahan iklim dan lingkungan melalui kampanye BAMBI

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi
Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Earth Day sebagai pengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong aksi nyata dalam menghadapi krisis iklim. Pada tahun ini, Observer (Obs.) Standing Committee on Human Rights and Peace (SCORP) Center for Indonesian Medical Student’s Activities (CIMSA) Unmul turut ambil bagian dalam peringatan tersebut melalui program bertajuk Balanced Actions to Mitigate Bioclimate Impact (BAMBI), dengan mengangkat isu krusial yang masih jarang disorot secara luas, yaitu kontribusi sektor peternakan terhadap pemanasan global.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 2022 mencatat, peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, dan frekuensi cuaca ekstrem kini menjadi tantangan nyata, khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim) yang mengalami kenaikan suhu sebesar 0,44°C dalam 14 tahun terakhir akibat deforestasi dan aktivitas manusia seperti peternakan intensif (Ridha et al., 2022).
Selain itu, emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Indonesia pada 2022 mencapai 1,24 gigaton setara CO₂e atau sekitar 2,3 persen dari total emisi global, dengan sektor peternakan menyumbang sekitar 14,5 persen melalui metana dari fermentasi enterik dan dinitrogen oksida dari limbah ternak (European Commission, 2022; IPCC, 2022). Fakta-fakta ini menjadi sorotan utama dalam kampanye BAMBI.
Kampanye BAMBI terbagi dalam tiga bagian utama. Pertama, air campaign—yang dilakukan melalui Instagram—berupa video ajakan untuk mencintai bumi mulai dari tindakan kecil yang dapat dilakukan sehari-hari. Selain itu, Obs. SCORP CIMSA Unmul juga membagikan fakta-fakta menarik terkait kontribusi sektor peternakan terhadap kerusakan lingkungan, dengan tujuan membuka wawasan masyarakat dari hal yang kerap kali terlewat.
Kedua, pada 26 April 2025, siaran radio edukatif mengudara di Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda dengan tema “Dari Kandang ke Atmosfer: Mengapa Peternakan Bisa Picu Pemanasan Global?”. Narasumber yang hadir adalah Kepala Bidang Pengembangan Peternakan dan Agribisnis, Dinas Peternakan Kalimantan Timur Ihyan Nizam, Kepala Bidang Perencanaan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Samarinda Basuni, serta Rizky Cahya Sethyorini selaku Project Officer BAMBI dari Obs. SCORP CIMSA Unmul. Diskusi ini membedah persoalan kompleks emisi dari sektor peternakan menjadi informasi yang mudah dicerna oleh masyarakat luas.
Puncak kampanye BAMBI berlangsung pada 18 Mei 2025 di Gelora Kadrie Oening, Samarinda, dalam bentuk ground campaign yang ditujukan untuk memberi edukasi kepada masyarakat umum. Kegiatan ini diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai isu yang sejalan.
Setelahnya, dilanjutkan dengan sesi interaktif yang membahas berbagai dampak industri ternak—seperti pencemaran limbah, emisi GRK, deforestasi, serta kontaminasi air dan tanah—disertai solusi nyata yang dapat dilakukan sehari-hari.
Setelah sesi edukasi, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman yang diperoleh dari materi yang telah dipaparkan. Suasana kegiatan dibuat lebih menarik dengan adanya permainan edukatif bertema lingkungan, nugget tempe sebagai alternatif pangan nabati, serta buah tangan bagi peserta berupa bibit sawi hijau. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 13 tentang penanganan perubahan iklim, sekaligus mendukung komitmen global dalam mengurangi emisi GRK secara menyeluruh.
Melalui rangkaian kampanye BAMBI, diharapkan peserta dan masyarakat luas dapat semakin memahami dampak konsumsi sehari-hari—khususnya produk hewani—terhadap kondisi bumi, serta menyadari bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan hidup dapat memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran ini, diharapkan pula tumbuh perilaku yang lebih ramah lingkungan dan mendukung terciptanya gaya hidup berkelanjutan.
Press Release ini ditulis oleh Ade Aryani Haniifah, anggota dari Documentation and Publication for BAMBI, CIMSA Unmul