Perekonomian Kian Sulit, Mahasiswa Farmasi Lakukan Bina Masyarakat

Perekonomian Kian Sulit, Mahasiswa Farmasi Lakukan Bina Masyarakat

Sumber Gambar : Istimewa

SKETSA – Banyaknya masyarakat di Desa Loa Ulung, Kutai Kartanegara (Kukar) yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) massal berdampak pada sumber penghasilan serta isu lingkungan. Hal ini menarik perhatian mahasiswa Farmasi Unmul dari Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) untuk melakukan program Budidaya Tanaman Herbal Sirih Hitam dengan Biofertilizer sebagai Upaya Pemanfaatan Lahan Kosong dan Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Loa Ulung.

Program PHP2D diketuai Alim Khodimul Rahmat dan terdiri dari 16 orang serta 10 relawan. Menyelenggarakan programnya pada 7 November 2020 dengan bantuan dana dari Kemendikbud, Alim dan rekan-rekannya melakukan budi daya sirih hitam. Dimulai dari pembibitan sampai dengan pemanenan, pengelolahan sampah anorganik ke dalam bentuk bank sampah mobile dan organik yang nantinya akan dibuat menjadi biofertilizer.

Sirih hitam dipilih sebagai bagian dari program budi daya karena tanaman tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku obat baru industri farmasi yang sedang dirintis oleh salah satu dosen di Fakultas Farmasi Unmul, serta berkaitan pula dengan kurangnya pendapatan masyarakat desa akibat pandemi.

Proses PHP2D dari mahasiswa farmasi ini telah berjalan 70% dalam pelaksanaan kegiatannya, 10% proses untuk menghasilkan produk, serta 20% untuk evaluasi dan monitoring program.

“Manfaat dari program ini ialah pertama memberikan penaikan di sektor ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan khusus pertanian sirih hitam dan juga menyelesaikan isu lingkungan yaitu pengurangan di sungai dengan membuat bank sampah mobile,” ucap Alim kepada Sketsa, Minggu (8/10).

Program ini turut menyasar beberapa kelompok seperti kelompok tani, pemuda karang taruna, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan, dan yang sudah memiliki pekerjaan ini akan mendapat pembinaan serta pelatihan di Desa Loa Ulung secara berkala dua kali dalam sepekan oleh Alim dan rekannya.

“Program ini sangat memberikan pengalaman yang begitu besar serta tanggung jawab yang menyertainya, melakukan pemberdayaan desa sekaligus dengan melaksanakan perkuliahan tantangan yang asyik,” ungkapnya.

Alim berharap program ini dapat berdiri secara mandiri, serta berjalan sesuai dengan tujuan dan memberikan dampak besar dalam membantu perekonomian masyarakat di Desa Loa Ulung. (hmm/rst)