Wisuda Gelombang II Ramai, Pedagang Buket Laris Manis

Wisuda Gelombang II Ramai, Pedagang Buket Laris Manis

Sumber Gambar: Fauzan/Sketsa

SKETSA Antusias pada pelaksanaan wisuda gelombang II Unmul pada 2022 yang dilaksanakan Sabtu (25/6) kemarin, tidak hanya dirasakan oleh peserta wisuda. Pedagang buket dan camilan yang berjualan di halaman GOR 27 September juga turut merasakan dampak positif.

Di hadapan terik sang surya, sepasang perempuan duduk berlindung di bawah pohon sembari menjajakan dagangannya. Ida, panggilan akrab dari salah satu perempuan yang berjualan buket di acara wisuda kemarin. Ia membagikan cerita kepada Sketsa mengenai dagangannya itu.

Perempuan berhijab itu terlihat merapikan dan menata jejeran buket beraneka bentuk agar terlihat menggiurkan oleh orang-orang yang lewat di depan lapaknya. Ia kemudian bercerita bahwa hari itu merupakan sebuah peruntungan buat dirinya.

“Ramai kak!,” jawab perempuan yang mengenakan masker hitam itu saat ditanya hasil penjualan hari itu. Ia mengaku bahwa kebanyakan pengunjung cenderung memborong buket camilan dan buket bunga. 

Sekitar pukul 13.00 WITA, dagangannya itu tampak lowong, pertanda sudah banyak buket yang dibungkus oleh para pedagang. Benar saja, separuh dagangannya kala itu ludes terjual. 

“Ada mungkin sekitar 50 buket, sekarang sisa separuhnya, Alhamdulillah. Kurang lebih 20-an yang laku dibeli,” tuturnya dengan nada gembira. 

Dirinya mengaku senang, sebab banyak pelanggan yang memboyong dagangannya untuk wisudawan dan wisudawati yang sedang merayakan kelulusan di sana. Ramainya pembeli bukan tanpa alasan, ia yakin bahwa ini sebab pelaksanaan wisuda yang kembali luring serta banyak kerabat dan teman yang berdatangan. 

Ditanya apakah perempuan itu sudah sering berjualan pada waktu upacara prosesi kelulusan, dirinya mengaku sudah sering, namun ketika pandemi melanda ia sempat mogok dan banting kemudi untuk berjualan secara daring melalui media sosial.

Di atas karpet biru lapaknya itu, ia membandingkan penjualannya dengan kegiatan wisuda sebelumnya di gelombang pertama 2022. Ia mengaku ada perbedaan yang signifikan.

“Terakhir kemarin jualan di wisuda gelombang pertama untuk magister, cuma enggak laku banyak. Soalnya, dapat posisi jualan di pintu belakang. Kalo ini rame, Alhamdulillah,” sahutnya.

Dengan nada optimis, ida mengaku akan terus berjualan buket di halaman GOR 27 September Unmul. Ia menanti agenda wisuda di gelombang berikutnya dengan dagangan yang lebih banyak dan unik.

Hal yang sama juga turut dirasakan lawan saing Ida yang juga menjajakan buket di lapaknya. Debi, perempuan ini turut berniaga beragam bentuk buket dari bunga maupun camilan, bahkan ada pula boneka yang dirangkai dalam balutan kertas itu.

Sembari memegangi payung lebar berwarna perak demi melawan mentari, Debi menawarkan dagangannya kepada pengunjung yang melirik ke arah buket hasil buah tangannya. 

Bukan pertama kali, dahulu ia sudah akrab dengan halaman gedung berbentuk bundar itu. Lagi-lagi karena pandemi, dirinya sempat berhenti berjualan dan ini secara perdana ia kembali menghiasi gedung itu dengan dagangannya.

“Sebelumnya memang sudah pernah, namun karena beberapa tahun kemarin korona, jadi ini perdana,” kelakarnya. 

Ia juga mengaku dagangannya ramai dibeli, tak tanggung-tanggung sudah lebih dari 20 buah buket ludes terjual. Bahkan, pembeli buketnya cenderung datang dari wali para peserta wisuda.

“Alhamdulillah ramai, mungkin karena kemaren Corona dan enggak ada wisuda, jadi hari ini Alhamdulillah banget.”

“Orang tuanya (peserta wisuda) yang justru banyak membeli,” sambungnya. 

Selain membantu perekonomiannya pasca pandemi, perempuan berkaca mata itu juga mengaku senang berkat wisuda yang dilaksanakan secara luring ini. Ke depannya, dirinya juga ingin terus berjualan buket sembari mengembangkan usahanya. (fzn/nkh)