Sumber Gambar: Instagram Pemprov Kaltim
SKETSA - Aksi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) yang dilanjut ke Kantor Gubernur Kaltim pada Selasa (21/4) lalu, tidak menggerakkan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud keluar menemui massa.
Melalui video yang diunggah akun Instagram resmi Pemprov Kaltim pada Selasa (21/4) malam, Rudy mengucapkan terima kasih atas situasi aksi yang berjalan kondusif.
“Kami sangat berharap adik-adik mahasiswa, masyarakat, dan seluruh lapisan bisa selalu jadi mata dan telinga kami dalam melaksanakan perbaikan dan evaluasi kinerja Pemprov Kaltim,” ujar Rudy dalam video singkatnya (21/4).
Selain itu, ia mengatakan aspirasi yang disampaikan massa aksi sangat berarti dan berkelas. Video tersebut diakhiri dengan harapan pihaknya dapat berakselerasi memperbaiki kinerja.
Akademisi FEB Unmul, Purwadi menyayangkan respons Rudy melalui unggahan video. Ia menyebut, seharusnya Rudy menemui secara langsung.
“Nggak punya nyali ternyata. Menyedihkan,” nilainya.
Purwadi juga melayangkan rapor merah kepada Rudy Mas’ud. Hal ini pernah ia sampaikan langsung di depan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Ya’qub.
Sejalan, Presiden BEM Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul, Hiththan Hersya Putra mengatakan, seharusnya Rudy Mas’ud menemui massa aksi.
“Seharusnya meluangkan waktu menghampiri massa aksi itu bukan suatu hal yang sulit lah,” terang Hiththan pada Rabu (22/4), melalui pesan suara WhatsApp.
Terlebih, kata Hiththan, keputusan turun bertemu masyarakat merupakan keputusan yang sangat bijak daripada hanya melihat dari ruangan bersuhu dingin atau Air Conditioner (AC).
“Ketimbang hanya melihat dari ruangan ber-AC yang sangat mewah itu,” lanjutnya.
Hiththan menyebut, hal ini menimbulkan kemarahan, bukan hanya dari dirinya, melainkan juga banyak pihak. Belum lagi, video yang dibuat bersifat intensi dan lebih berisi ucapan terima kasih.
Begitu banyak kontradiktif dan inkonsistensi dari perkataan gubernur, kata Hiththan. Pemprov Kaltim mengatakan siap menerima aspirasi, tetapi justru memasang kawat berduri.
“Kawat duri, grease, oli, aparat yang berlebihan itu kan bukan bentuk penerimaan yang dimaksud.”
Sementara itu, Jenderal Lapangan (Jenlap) aksi Faturahman mengatakan video Rudy Mas’ud tersebut seperti lagu Rhoma Irama, sebab berisi jawaban standar.
“Respons normatif, seperti mendengarkan lagu rhoma irama.” tuturnya kepada Sketsa, Rabu (22/4) lalu. (mlt/aya)