Mahasiswa Tuntut Kejelasan UKT, Registrasi Diperpanjang dan Audiensi akan Digelar

Mahasiswa Tuntut Kejelasan UKT, Registrasi Diperpanjang dan Audiensi akan Digelar

Sumber Gambar: Tata/Sketsa

SKETSA - Aliansi Mahasiswa Unmul melangsungkan aksi di depan gedung rektorat pada Kamis (15/1). Membawa beberapa tuntutan, aksi ini dihelat sebagai tanggapan atas berbagai permasalahan mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Pasalnya, Surat Edaran Rektor Tentang GratisPol menghimbau mahasiswa mendaftar pada laman GratisPol. Sementara itu, sebagian mahasiswa telah membayar mandiri UKT untuk semester genap.

Di sisi lain, Surat Edaran Rektor Tentang Keringanan UKT diluncurkan beberapa saat sebelum aksi. Hal ini dianggap sangat lambat, sebab pembayaran terakhir UKT jatuh pada lima hari ke depan.

Massa aksi yang terdiri atas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas dan BEM Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul membawa tuntutan antara lain, mendesak segera dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) tentang UKT. 

Termasuk menekan agar audiensi segera diadakan, meminta kejelasan dan solusi konkret mengenai pencairan program GratisPol yang tidak merata, serta menuntut perubahan, perbaikan, juga perpanjangan jadwal pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dan pembayaran UKT.

Menanggapi massa aksi, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Moh. Bahzar berdiri di hadapan mahasiswa. Didampingi Kepala Biro Umum dan Keuangan (BUK), Bahriansyah, serta jajaran petinggi lainnya.

Bahriansyah mengatakan keterlambatan turunnya surat edaran disebabkan adanya kendala dalam verifikasi data.

Sementara itu, pihaknya juga telah menginformasikan kepada tiap fakultas mengenai tidak adanya perubahan ketentuan administrasi keringanan UKT.

“Sudah kami sampaikan kepada pimpinan fakultas,” ungkapnya dalam forum, Kamis (15/1).

Mengenai tenggat pembayaran yang berdekatan dengan surat edaran keringanan, registrasi diperpanjang hingga Jumat (23/1). Kebijakan ini juga berdampak pada perkuliahan semester genap yang diundur hingga Senin (26/1). 

Lebih lanjut, Moh. Bahzar menyatakan siap menjadi mediator antara mahasiswa dan rektor. Pihaknya menyebut, Rektor Unmul, Abdunnur sedang berada di luar kota.

Oleh sebab itu, audiensi akan digelar pada Senin (19/1) mendatang. Presiden BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra menegaskan bahwa tuntutan akan terus disuarakan hingga permasalahan UKT selesai ditangani. 

“Selagi aspirasi dan suara itu tidak terpenuhi, kami tidak akan berhenti aksi.” pungkasnya. (mlt/ela/aya)