SKETSA – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) baru saja menggelar pesta demokrasinya pada Kamis (23/11) lalu. Pemilihan dan pemungutan suara Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP serta Ketua DPM FISIP kali ini cukup menerima sambutan hangat mahasiswanya. Terlihat mereka bergantian datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk melakukan pencoblosan.
Badan Penyelenggara Pemilu Raya (BPPR) menyiapkan tiga TPS yang tersebar di kampus FISIP dan Pemerintahan Integratif (PIN). Dua di antaranya terletak di lapangan basket dan bulu tangkis FISIP, sedang satu TPS berada di kampus PIN. Pemungutan suara dilaksanakan sejak pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore.
Seperti diketahui, Pemira BEM FISIP kali ini berupaya untuk menggagalkan aklamasi. Tak mau terpilih begitu saja, Capres-Cawapres BEM FISIP tegaskan memilih untuk melawan kotak kosong.
(Baca: https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-melawan-aklamasi/baca )
Melalui Pemira ini, Achmad Dhani Nugraha selaku panitia harapkan kesadaran mahasiswa dalam berdemokrasi dengan ikut memberikan suara demi kemajuan FISIP ke depannya.
“Ketika dalam pemilihan lebih banyak yang memilih kertas putih atau abstain, suara tidak mencapai 50 persen, otomatis paslon nomor urut dua yakni Akbar dan Richardo gugur dan secara tidak langsung aklamasi. Makanya kami coba menyadarkan, ayo kita sama-sama bangun demokrasinya,” paparnya.
Harapan besar lainnya ditunjukkan dari mahasiswa baru. “Harapannya, ya, pasti yang lebih baik dari tahun lalu. Program-program kerja tahun lalu yang masih buruk diperbaiki lagi,” ungkap Eno Faramita, mahasiswa llmu Komunikasi 2017.
Usai pemungutan suara, malam itu dilanjutkan dengan perhitungan hasil sementara. Dari hasil perhitungan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP, diketahui nomor urut satu (kertas kosong) berjumlah 102 suara dan pasangan nomor urut 2, Akbar dan Richardo berhasil mengantongi 494 suara. Sedangkan suara tidak sah berjumlah 42 suara.
Dari hasil tersebut, Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Sementara adalah pasangan nomor urut 2, karena akan ada masa gugatan yang diselenggarakan pada tanggal 24-26 November 2017. Pengumuman Presiden dan Wakil Presiden akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2017.
Sementara, untuk hasil perhitungan suara Ketua DPM FISIP Unmul diketahui Septian Putra di nomor urut satu mendapatkan 347 suara, sedang lawannya Rahmat Aprilian Putra di nomor urut dua berjumlah 231 suara. Suara tidak sah berjumlah 55 suara, dengan total 633 suara.
Pengumuman resmi dari pihak panitia Pemira FISIP akan dilaksanakan pada Senin (27/11) besok, dan akan ditetapkan melalui Sidang Umum terlebih dahulu. (fir/ubg/adl)