SKETSA - Pemira Fakultas Kehutanan (Fahutan) mendekati tahap akhir. Setelah menetapkan satu pasangan calon yang berhasil lolos verifikasi, diadakan konferensi untuk membahas hal ini dengan melibatkan pihak lainnya.
(baca sebelumnya, https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/ketimpangan-antusias-pemira-fahutan/baca)
Konferensi yang rencananya dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada 23-25 November, ditunda dan diubah menjadi dua hari, menjadi 24-25 November. Hal ini terjadi lantaran ruangan 401, yang akan dijadikan tempat konferensi masih digunakan. Hari pertama konferensi membahas laporan kerja Dewan Perwakilan Sylva Mulawarman (DPSM) serta laporran pertanggung jawaban dari Lembaga Ekesekutif Mahasiswa Sylva. Dilanjutkan di hari kedua dengan pembahasan dan penetapan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), dan peraturan organisasi lainnya. Digelar selama dua hari, jumlah peserta yang hadir dalam konferensi pada hari kedua menurun drastis jika dibanding hari pertama.
Namun konferensi belum usai. Dari forum tersebut terdapat keputusan paslon Ketua dan Wakil Ketua LEM Sylva, Muhammad Rifki Azizi dan Hamdi Setiawan harus mengadakan sosialisasi melalui media sosial maupun turun langsung ke tiap kelas dalam waktu satu minggu. Selain itu juga melalui UKM di Fahutan untuk dapat melaksanakan bedah gagasan.
“Ketua DPSM dan LEM Sylva yang baru kita belum tetapkan, karena tuntutan dari mahasiswa Fahutan ketika konferensi harus ada sosialisasi visi dan misi. Untuk Ketua LEM Sylva yang baru kita tetapkan di 30 November rencananya, konferensi jadinya kita pending sampai tanggal 30,”jelas Faiz, Ketua DPSM.
Di tahun ini, DPSM dan LEM Sylva berkolaborasi untuk mengadakan sekolah legislatif. Bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai fungsi legislatif yang harus diketahui mahasiswa di Fahutan.
“Semoga ke depannya kita tidak kalah dari fakultas lain. Karena setelah keluar dari fakultas kita tidak bicara tentang adat dan istiadat, namun membahas tentang hukum,” ungkapnya.
Setelah itu, Sketsa mencoba bertemu langsung dengan Muhammad Rifki Azizi, calon Ketua LEM Sylva. Ia mengaku menyambut baik adanya konferensi. Begitu juga dengan hasil dari konferensi yang menurutnya sudah seduai dengan yang diharapkan.
Sesuai keputusan konferensi yang disepakati, paslon Rifki-Hamdi harus melakukan sosialisasi. Saat ditemui Selasa (27/11) lalu, diakui sosialisasi tersebut masih berjalan “Sosialisasi kami dari Senin (26/11), Kami sosialisasikannya tidak hanya di kelas tapi mencoba dekati teman-teman UKM dan masih proses juga untuk perkenalan,” terangnya.
Sosialisasi dengan pendekatan ke tiap kelas ini dilakukan agar mahasiswa dapat lebih mengenal bakal calon. Tidak hanya mengenal, tapi juga untuk memberikan pemahaman program kerja.
“Sejauh ini saya anggap mereka cukup semangat dan cukup menyambut baik khususnya dari angkatan baru 2018 karena sejauh ini yang paling banyak bertanya angkatan 2018,” ucapnya tersenyum.
Untuk menjalankan kepengurusan satu tahun ke depan, Rifki-Hamdi memegang visi SIMANIS (Sylva Mulawarman yang Progresif, Besinergi dan Dinamis). Didukung dengan misi PANDU:
1. Penguatan LEM Sylva Mulawarman dalam setiap pergerakan
2. Akselerasi prestasi Sylva Mulawarman yang progresif
3. Nyata dan intensif dalam menjalin relasi dan pelayanan advokasi isu
4. Dinamis dalam mendorong kegiatan yang berdampak pada LEM Sylva Mulawarman
5. Unggul dalam pengaderan Sylva Mulawarman.
Rifki berharap ke depannya ia bersama LEM Sylva dapat mencoba perubahan dan membawa perbaikan. “Untuk hasilnya nanti, intinya prosesnya kami coba jalankan,” tutup mahasiswa asal Sangatta ini. (omi/adl)