Sumber Gambar: Freepik
Jagat yang gemar membungkam,
menyeret jiwa ini karam dalam diam.
Angan-angan yang larut perlahan,
hanya karena tergerus oleh riuhnya zaman.
tiada ampunan, jiwa pun ikut terguncang.
Di tengah raungan kehidupan,
waktunya berperang melawan keraguan.
menata angan-angan agar tetap digenggam.
Tekad di garda terdepan,
angan menjelma nyala perubahan.
dan sejarah pun turut terpahat.
Tertiba sang jagat menatap ukiran,
enggan menerima tanpa sangkalan.
bahwa perempuan pun berdaya melawan.
Saatnya terus memahat peradaban,
yang jatuh ke tangan seorang perempuan.