Gizi Seimbang, Untuk Hidup Berimbang

Gizi Seimbang, Untuk Hidup Berimbang

SKETSA – Hidup sehat, bagi yang tak terbiasa tentu sulit. Berolahraga, menjaga asupan makan, hingga istirahat yang cukup, dewasa ini sering kali dianggap sepele. Terlebih kehidupan metropolitan yang serba cepat, menuntut manusia untuk menyesuaikan aktivitasnya. Korbannya, tubuh sendiri. Salah satu gangguan kesehatan yang kerap dihadapi adalah kekurangan gizi alias malnutrisi.

Pada 28 Februari merupakan agenda penting pemerintah, dalam rangka mensosialisasikan program Perbaikan Gizi Nasional. Tercatat pula pada 25 Januari merupakan Hari Gizi dan Makanan Nasional. Tentu, ini bukan hanya seremonial. Bukan hanya di tanggal itu pula sadar akan pentingnya gizi. Sebagai mahasiswa, yang akan terjun di masyarakat, terkhusus mereka yang bergerak di kesehatan mesti jadi contoh tentang pentingnya gizi.

Salah satunya, Ruth Shanti Annisa, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ini berpendapat gizi seimbang mesti didapat oleh setiap orang. “Orang kaya atau miskin tergantung dari kita memilih makanan. Jika mahal membeli beras, masih ada singkong, jagung, labu yang kandungannya sama dengan karbohidrat. Wajib minum air putih dua liter per hari. Bangun tidur, sesudah makan, berangkat ke kampus, dan sebelum tidur,” jelasnya.

Shanti, begitu ia disapa menerangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi seperti protein, tak melulu dengan daging, tapi juga bisa berupa olahan kacang kedelai, tahu dan tempe, selain itu telur dan ikan pun bisa. Menurutnya, membiasakan sarapan sebelum beraktifitas itu penting, agar lebih berkonsentrasi.

“Jadwal sarapan, jam tujuh sampai sembilan. Tubuh memerlukan gizi seimbang yang dapat diperoleh melalui makanan yang tepat. Makanan dengan gizi seimbang akan lebih menyehatkan tubuh, karena zat-zat penting yang diperlukan oleh tubuh akan terpenuhi,” terang mahasiswi angkatan 2015 tersebut, (26/2).

Sketsa juga melansir dari www.alodokter.com, tentang tanda tubuh kamu kekurangan gizi. Di antaranya:

  • turunnya berat badan yang tak direncanakan. Namun, ada pula yang merasa berat badannya baik, lantaran asupan yang dikonsumsi ternyata tak sehat.
  • mudah sekali merasa lelah
  • konsentrasi menurun
  • depresi
  • tak mampu menjalankan tugas yang biasa dikerjakan,
  • mudah terkena infeksi karena penurunan sistem kekebalan tubuh
  • proses penyembuhan luka lambat
  • mudah kedinginan
  • perubahan mood atau suasana hati
  • tak selera makan
  • mudah terjatuh karena otot lemah

Nah, bagaimana denganmu? Untuk mengatasi itu mari terapkan pola gizi seimbang.

Dulu, slogan 4 sehat 5 sempurna selalu jadi acuan masyarakat Indonesia--dicetuskan oleh Prof. Poorwo Soedarmo, yang juga disebut sebagai Bapak Gizi Indonesia pada 1950. Namun, seiringnya perkembangan negeri ini, slogan tersebut tak lagi relevan. Lantas pada 2009, Pedoman Gizi Seimbang menjadi penggantinya. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan No 38 tahun 2009 yang menyebutkan secara eksplisit “Gizi Seimbang” dalam perbaikan gizi.

Gizi seimbang merupakan susunan makanan harian yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. 

Dikutip dari www.wikipedia.com para pakar gizi yang bergabung dalam Yayasan Institut Danone Indonesia (DII) bersama para penulis dari Tabloid Nakita (Kompas-Gramedia), mengadaptasi piramida sesuai dengan budaya Indonesia, dalam bentuk tumpeng beserta nampan. Selanjutnya disebut sebagai "Tumpeng Gizi Seimbang”. Dalam Tumpeng itu, ada 4 hal yang mesti diperhatikan yakni, ragam makanan sesuai kebutuhan, kebersihan, aktivitas fisik serta memantau berat badan ideal.

Bagi kamu, yang merasa tak sempat memenuhi hal tersebut. Ada beberapa makanan yang mudah dan bisa penuhi nutrisimu. Pertama telur. Telur kaya akan protein rendah lemak, vitamin, dan mineral. Selain itu, telur juga mengenyangkan. Kamu bisa mengolahnya sesuai selera, rebus atau goreng. Asal jangan dikonsumsi saat mentah ya!

Selanjutnya, ubi. Selain mengenyangkan karena mengandung karbohidrat, ubi kaya akan kalium yang sehat untuk jantung, vitamin A untuk meningkatkan penglihatan, vitamin C, dan kalsium. Selain itu, ubi juga bebas lemak dan kolesterol serta rendah kalori. 

Ketiga, kacang. Kacang merupakan sumber protein yang murah serta mengenyangkan. Tingginya kadar serat dalam kacang membuat penganan ini lama dicerna oleh tubuh. Hasilnya, kamu akan merasa kenyang lebih lama, sistem pencernaan bertambah sehat, dan melancarkan buang air besar. 

Terakhir, apabila kamu terbiasa memakan makanan instan, pilahlah produk berdasarkan keterangan pada label makanan atau minuman. Ini salah satu kunci utama hidup lebih sehat. Jangan ragu untuk periksa informasi nilai gizi di belakang kemasan. Tapi, jangan terlalu sering mengonsumsi yang seperti ini ya, tentu kurang baik untuk tubuhmu. Sebab, kandungan pengawet di dalamnya jika dikonsumsi dalam jangka panjang, pasti akan berdampak buruk. 

Jadi, siap untuk hidup sehat? (nvt/jdj)