Menjadi Bagian Penting dalam Dunia Perkuliahan, Bagaimana Cara Menulis Esai?
Esai menjadi salah satu karya tulis yang kerap dibutuhkan dalam perkuliahan hingga pendaftaran beasiswa. Lalu, bagaimana cara menyusun esai yang runtut dan menarik?
- 10 Jul 2026
- Komentar
- 29 Kali
Sumber Gambar: Pinterest @Mary Sophia Dipko
SKETSA – Sebagai mahasiswa, tentu kita sering dihadapkan dengan penugasan berbentuk karya intelektual. Salah satunya adalah dengan menuliskan esai. Esai sering kali dilombakan pada tingkat mahasiswa. Lebih dari itu, tidak jarang pendaftaran beasiswa membutuhkan esai sebagai persyaratan utama. Lantas, bagaimana menulis esai?
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan esai sebagai sebuah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulis. Kita kemudian dapat melihat pola umum penulisan esai, yakni pandangan suatu objek secara umum. Setelah itu, penulis dapat melanjutkan dengan pandangan pribadinya.
Masalah yang sering kali dihadapi dalam menulis esai adalah hampanya pikiran sebelum menulis. Tidak masalah, itu adalah hal yang normal, semua orang pasti merasakannya dan bukan berarti hal tersebut tidak ada solusinya.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan membaca suatu topik yang sedang diminati, misalnya suatu mata kuliah. Setelah membaca topik yang diminati, topik tersebut ditelaah dari berbagai sudut pandang seperti implementasi, tantangan, inovasi, bahkan antitesis. Pastikan juga topik sejalan dengan tema yang diusung.
Misalkan penulis tertarik dengan Teori Permintaan Maaf (Apology Theory), topik utama tersebut dapat diturunkan menjadi beberapa gagasan. Penulis dapat membuat gagasan seperti “Teori Permintaan Maaf dan Generasi Z”. Rumus umum tersebut juga dapat diaplikasikan dengan topik lain, seperti potensi tumbuhan lokal Kalimantan Timur (Kaltim), transformasi linier, dan sebagainya.
Setelah memiliki gagasan, penulis dapat melihat tren topik tersebut di media sosial untuk melihat relevansi dan seberapa terbarukan ide. Ketika yakin dengan gagasan dan yakin gagasan tersebut relevan, terbarukan, dan berdampak, tantangan selanjutnya adalah menentukan judul. Judul idealnya terdiri tidak lebih dari 25 kata dan menarik.
Langkah selanjutnya setelah menentukan judul ialah memahami struktur umum dalam penulisan esai. Esai lazimnya memiliki struktur pendahuluan, isi, dan akhirnya penutup.
Pendahuluan biasanya memberi gambaran umum mengenai esai seperti akan dibawa ke mana esai tersebut. Isi merupakan inti dari esai yang membahas tentang gagasan secara komprehensif dan ringkas. Lalu pada akhirnya penutup yang meringkas dan menegaskan kembali segala paparan penulis.
Pendahuluan hendaknya bersifat menarik perhatian pembaca. Secara umum, istilah ini dikenal sebagai hook. Ada enam hook efektif yang lazim digunakan; Statistika/data, contoh nyata, pertanyaan, kutipan, atau anekdot.
Setelah pendahuluan, dapat dilanjutkan ke inti esai, yakni isi. Isi esai hendaknya membahas gagasan secara komprehensif. Isi hendaknya membahas gagasan dari seluruh sisi, mulai dari pendapat ahli, fakta di lapangan, pendapat anda, dan gagasan yang anda tawarkan.
Titik kuat isi adalah gagasan, sehingga prioritaskan kekuatan gagasan yang didukung oleh literatur terdahulu. Argumen-argumen yang dilontarkan dalam isi hendaknya runut. Secara umum, pola penulisannya meliputi klaim, bukti, alasan bukti itu penting, signifikansi, dan simpulan.
Penulis uga boleh menyelipkan antitesis di antara signifikansi dan simpulan untuk memperkuat argumen dalam esai. Untuk menjaga kerunutan penulisan, penulis dapat menggunakan framework penulisan seperti AREL, TEEL, PEEL, IRAC, dan sebagainya.
Poin terakhir dalam menulis esai adalah penutup. Penutup hendaknya merangkum seluruh poin-poin yang tercantum dalam tulisan. Terdapat enam teknik umum untuk menutup esai, antara lain adalah penegasan ulang, ramalan ke depan, relevansi terhadap konteks modern, seruan aksi, kutipan, dan statistika.
Setelah segala pemaparan mengenai penulisan esai, siap kah kamu menuangkan pikiran dalam esai? (ymp/mou)