Memupuk Kesadaran dengan Memungut Sehelai Sampah

Memupuk Kesadaran dengan Memungut Sehelai Sampah

Sumber: Istimewa

SKETSA - Masalah lingkungan akhir-akhir ini sangat mencemaskan. Terutama sampah yang peningkatan penumpukannya semakin bertamabah setiap tahunan. Untuk menumbuhkan kesadaran itu maka GenBI Kaltim berkerja sama dengan GMSS SKM mengadakan kegiatan Bersih Indonesia 2019 dengan tajuk “Kado Bungas untuk Indonesia”.

Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan kesadaran terhadap masyarakat mengenai betapa pentingnya tidak membuang sampah sembarangan. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Panitia Bersih Indonesia 2019, Dwi Putri Barokah.

“Sebenarnya sesuai dengan acara Bersih Indonesia ini kan mengenai pemungutan sampah. Jadi kami membuat acara memungut sampah dengan mengadakan lomba-lomba agar masyarakat dapat dengan sendiri merasakan bau sampahnya, dan mereka tidak mau lagi membuang sampah sembarangan," jelas Dwi, Sabtu (2/11).

Salah satu lomba yang diadakan panitia yakni lomba pungut sampah dengan perahu. Lomba ini diikuti sebanyak 10 tim yang masing-masing terdiri dari empat orang yang yang dilengkapi dengan satu perahu lengkap dengan dayung, pelampung, sarung tangan karet, masker, dan pelastik untuk mengumpulkan sampah. Peserta lomba ini berasal dari beberapa komunitas dan siswa sekolah.

Selain peserta lainnya juga dipersilakan memungut sampah di sepanjang tepian Sungai Karang Mumus. Ada empat belas titik pengumpulan sampah, yakni sekitaran Jembatan Arief Rahman Hakim, Jembatan Kehewanan, Jembatan Lambung Mangkurat, dan Jembatan dekat Hotel JB, serta beberapa titik lainnya.

Acara pemungutan sampah di darat ini tidak kalah seru dengan lomba pungut sampah dengan perahu. 300 orang pertama yang berhasil mengumpulkan satu kantong penuh sampah plastik bisa mendapatkan sembako gratis dari panitia.

Panitia menyediakan sarung tangan, masker dan kantong plastik besar agar mempermudah peserta untuk melakukan kegiatan memungut sampah. Kegiatan memungut sampah ini bukanlah kali pertama yang dilaksanakan GenBI Kaltim. Sebelumnya mereka telah melaksanakan kegiatan serupa namun, lokasi pemungutan kali ini jadi yang pertama.

“Sebenarnya ini bukan pertama kalinya GenBI melakukan pemungutan sampah namun dalam bentuk besar baru kali ini. Tahun ini dilaksanakan di Sungai Karang Mumus," tambahnya.

Kurang lebih dua jam waktu yang diberikan panitia untuk masing-masing peserta memungut sampah. Hasil sampah diserahkan ke masing-masing titik kumpul terdekat. Kemudian akan diangkut ke truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda. Dalam kegiatan ini, panitia menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

“Kegiatan ini sebenarnya kita melakukan kerja sama dengan beberapa instansi dan komunitas misalnya DLH, GMSS SKM, BPBN, dan sebagainya," tambah Dwi.

Kegiatan memungut sampah dalam rangka Bersih Indonesia 2019 ini mengundang antusias maayarakat. Bukan hanya diikuti beberapa komunitas tetapi juga warga sekitar ikut bekerja bersama memungut sampah. Tentu saja ini adalah kabar baik untuk mewujudkan tujuan dari kegiatan ini agar masyarakat bisa sadar tidak membuang sampah sembarangan.

“Sampah itu tidak mungkin habis, kita bukan untuk menghabisi sampah tetapi kita menghabisi kebudayaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan," kata Misman, Ketua Komunitas GMSS SKM saat menyampaikan sambutan.

Pada akhir acara, hasil sampah yang dikumpukan oleh peserta lomba dengan perahu kemudian dihitung beratnya oleh dewan juri. Pada kesempatan kali tersebut terpilih tiga tim menjadi pemenang dan membawa hadiah uang. Mereka adalah tim Keluarga Bersih (juara 1), tim Spakat Berkah (juara 2), dan tim Uyuh (juara 3). (syl/hdt/aul/wil)