Tuntutan Inovasi KKN-KLB 46 di Tengah Pandemi

Tuntutan Inovasi KKN-KLB 46 di Tengah Pandemi

Sumber Gambar: Istimewa

SKETSA - Kuliah Kerja Nyata (KKN) 46 telah melewati rangkaian Pelepasan Rabu (8/7) lalu. Karena berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) pelepasan digelar secara daring namun diharap tidak menghilangkan esensinya.

Pelepasan yang dilaksanakan di Ruang Heart of Borneo, Lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim ini disaksikan lewat tayangan di Unmul TV. Acara tahunan pengabdian mahasiswa ini turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim, Moh Jauhar Efendi yang mewakili Gubernur Kalimantan Timur saat itu. Dari pihak Unmul sendiri dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono.

Rangkaian acara diawali dengan doa, lalu serah terima mahasiswa KKN-KLB oleh Mustofa Agung yang ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan tanda peserta KKN kepada mahasiswa. Pelepasan ini juga disaksikan jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) serta civitas academica Unmul, dan diikuti secara virtual oleh dosen atau pendamping lapangan, kepala desa/lurah lokasi KKN KLB 2020.

Dijelaskan oleh Mustofa Agung dalam sambutannya, sejak Maret pandemi masuk ke Indonesia LP2M menyadari dan bekerja keras untuk mendesain model KKN yang memungkinkan untuk dilaksanakan di tahun 2020 ini. Pertimbangan utamanya agar KKN ini tidak menjadi kendala kelulusan mahasiswa. Ia bersyukur dengan upaya maksimal tim LP2M hingga akhirnya dapat dibuat KKN daring yang disebut sebagai KKN KLB. Meskipun tidak merasakan kondisi riil di lapangan seperti KKN pada umumnya, ia menuturkan semoga pelaksanaan KKN ini tak menghilangkan ruh meskipun pelaksanaan kali ini terdapat ketidaksempurnaan.

"Di samping itu kita sangat berharap agar model KKN KLB ini tetap memberi manfaat optimal," ujarnya.

Disebutkan bahwa peserta KKN KLB sebanyak 2.489 mahasiswa tersebar di 79 kecamatan terbagi pada 174 kelurahan dan 282 desa di sepuluh kabupaten dan kota se-Kaltim. Apabila ada hal yang sangat dibutuhkan, tentu harus memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Mustofa mengimbau agar mahasiswa kreatif dalam menjalankan KKN agar dapat berjalan dengan lancar. Juga untuk pendamping lapangan agar dapat mendampingi peserta KKN dengan serius.

Jauhar mengungkapkan, Pemprov Kaltim sangat mendukung kegiatan rutin setiap tahun oleh Unmul dalam upaya menambah wawasan sekaligus mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan selama perkuliahan. Sebagai model KKN yang berbeda pertama kali, Jauhar menegaskan agar output-nya harus jelas dalam bentuk laporan.

"Saya juga berharap pendamping lapangan membantu memberikan data-data yang diperlukan adik-adik mahasiswa, sehingga bisa dilakukan analisis terhadap permasalahan yang barangkali bisa ditindaklanjuti untuk memecahkan persoalan," paparnya dalam sambutan itu.

Terkait pertanyaan beberapa mahasiswa mengenai kehadiran peserta KKN di lapangan, ia menyampaikan hal tersebut seizin pihak Unmul agar tidak menambah klaster KKN yang kaitannya dengan Covid-19.

Di tengah kondisi seperti ini, mahasiswa dituntut untuk berinovasi. Contohnya, aplikasi sederhana untuk mendorong bagaimana mengembangkan usaha milik desa. Tim atau kelompok KKN nantinya harus sering berdiskusi untuk memberikan sumbangsih apa yang dapat diberikan pada desa atau kelurahan.

Disela sambutannya, Jauhar juga menjelaskan bahwa indeks desa membangun Kaltim berada pada peringkat yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Kerja sama yang baik ini kita harapkan terus berlangsung. Dan semoga semuanya dalam keadaan sehat," tutupnya. (rst/len/sii/zar/ann)