Berita Kampus

Kenalkan Jurnalisme Konstruktif Lewat Suara Zetizen

Zetizen Kaltim Today luncurkan jurnalisme konstruktif untuk menyajikan berita bermakna dan berdampak

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Selma/Sketsa

SKETSA - Kian hari informasi dari berbagai media mengalir deras. Pembaca seakan tidak punya ruang bernapas untuk mencerna informasi, sebab berita yang disajikan berupa kabar tidak menyenangkan.

Dari latar belakang tersebut, mengusung tema “Membuat Konten Bermakna dan Berdampak Lewat Jurnalisme Konstruktif”, Zetizen milik Kaltim Today memperkenalkan jurnalisme konstruktif. Pendekatan jurnalisme ini menyajikan berita yang fokus pada solusi.

Ibrahim Yusuf selaku Pemimpin Redaksi sekaligus Penanggungjawab Kaltim Today menjelaskan, jurnalisme konstruktif tidak hanya memaparkan masalah, tetapi mencari solusi dari isu yang diangkat.

Melalui Suara Zetizen, ia menghadirkan ruang untuk warga Samarinda menyampaikan aspirasi dengan instansi terkait. Dengan begitu, diharapkan solusi terbaik dapat tercipta.

“Kami berharap lebih banyak lagi keterlibatan teman-teman komunitas untuk memberikan ide, gagasan, serta aspirasi,” kata Ibrahim di Hotel Fugo, Sabtu (30/8) sore tadi.

Penerapan jurnalisme konstruktif lewat podcast ini, menjadi alternatif pembaca agar tidak hanya mengonsumsi berita sela yang bergaya dramatis saja, tetapi juga berita dengan inspirasi.

Selain itu, Eva Danayanti selaku Country Program Manager IMS For Indonesia turut hadir menjelaskan mengenai jurnalisme konstruktif. Ia mengatakan, jika berita investigasi berperan sebagai hakim, maka jurnalisme konstruktif berperan sebagai fasilitator.

“Sehingga teman-teman melihat jalan keluar,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pada peluncurannya, Suara Zetizen mengundang pembicara hebat dari berbagai ranah, seperti Doddy S. Sukadri selaku Direktur Executive Yayasan Mitra Hijau, Olivia Novina Damayanti selaku Founder 1000 Guru Samarinda, hingga Buyung Maroja dari POKJA 30 Kaltim, dan pembicara lain.

Pemaparan mengenai transisi energi, dunia pendidikan Samarinda, kegiatan seni, serta persoalan layanan publik diterima peserta yang umumnya berasal dari Generasi Z.

Sebagai penutup materinya, Buyung Murajo mengutip perkataan Uzumaki Naruto untuk memecah suasana. Kemudian, acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara peserta dan pemateri. (mlt/ner)



Kolom Komentar

Share this article