Kecewa dengan Pengenalan di PKKMB, UKM Unmul Tuntut Penjelasan dan Ganti Rugi
UKM tidak mendapatkan wadah yang maksimal untuk memperkenalkan diri dalam PKKMB 2026. Sejumlah UKM mengungkapkan kekecewaan.
- 24 Aug 2026
- Komentar
- 11 Kali
Sumber Gambar: Tata/Sketsa
SKETSA - Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unmul di halaman GOR 27 pada Senin (3/8) lalu berakhir dengan beberapa mahasiswa baru (Maba) fakultas meninggalkan lokasi sebelum acara selesai. Hal ini berimbas pada sesi pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang kurang mendapat perhatian.
Pembubaran tersebut terjadi sesaat sebelum pengenalan UKM, sehingga pada saat parade, maba sudah tidak sepenuhnya berada di lapangan. Hal ini mengecewakan UKM yang sudah mempersiapkan diri untuk tampil.
Kekecewaan tersebut disampaikan melalui grup Whatsapp UKM Universitas. Beberapa UKM menyampaikan bahwa mereka ingin mendapat penjelasan mengenai sesi pengenalan dalam PKKMB yang dianggap tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Ketua Umum Keluarga Mahasiswa KIP Kuliah (Gamakipka) Unmul, Rian Hidayat menuturkan pihaknya merasa tidak ada pengenalan UKM pada acara PKKMB lantaran ketidakjelasan informasi sedari awal.
“List yang berubah-ubah ‘kan mereka, ada yang tidak dicantumkan. Jadi memang persiapan mereka dari awal tidak mengikutsertakan kami,” tutur Rian melalui pesan suara Whatsapp, Rabu (5/8) lalu.
Rian juga mengira konsep PKKMB yang menyediakan tenant serta parade menjadi langkah baik untuk memperkenalkan UKM. Sayangnya, hal tersebut membuatnya merasa bingung karena kurangnya koordinasi antara panitia dan UKM.
“Kami berpikir tahun ini bisa memperkenalkan UKM kami setelah adanya penghilangan agenda perkenalan UKM tahun lalu.”
Namun pada saat parade berlangsung, sebagian Maba telah walk out dari lapangan. Konsep yang awalnya memperkenalkan dan melakukan atraksi bagi UKM Seni dalam waktu 3 menit seketika berubah.
“Mirisnya lagi setelah parade tersebut lapangan yang diisi Maba seakan akan ditarik paksa dari lapangan,” tambahnya.
Hal ini menyebabkan tenant yang telah dipersiapkan untuk menarik perhatian Maba menjadi sia-sia. Rian merasa, tidak ada maba yang datang ke tenant UKM untuk melihat-lihat.
“Jadi para UKM yang effort menghias tenant jadi sia-sia karena saya rasa tidak ada mahasiswa yang melihat lihat isi tenant mereka.”
Pihaknya mempertanyakan, apakah terdapat miskomunikasi antara Panitia PKKMB yang dalam hal ini diisi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul dengan BEM fakultas.
Terlebih, kata Rian, belum ada permintaan maaf ataupun penjelasan dari pihak panitia PKKMB khususnya yang bertanggung jawab atas sesi pengenalan UKM. “Bahkan secuil kata maaf saja belum kami dengarkan,” tegasnya.
Rian juga menilai, tanggung jawab lain yang perlu dilakukan panitia ialah diskusi lebih lanjut pada para UKM yang telah memberikan effort, selain tenaga mereka juga telah mengeluarkan dana untuk pengenalan PKKMB.
“Sehingga UKM lain yang telah memberikan effort berlebih, selain tenaga, bisa mendapatkan tanggung jawab yang setimpal menurut mereka.”
Selaras, Ketua Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Imapa) Unmul, Aji Maulana Said menganggap PKKMB tahun ini menjadi yang paling buruk. Sebab, yang seharusnya menjadi perkenalan UKM pada Maba tetapi menjadi acara yang berantakan, tidak terstruktur, dan minim koordinasi.
“Alih-alih memberikan kesan profesional, panitia justru menyuguhkan kekacauan operasional yang mencerminkan ketidakmampuan mereka,” tegas Aji.Hal ini turut menjadi pengabaian kerja keras UKM. Pihaknya telah bolak-balik mengangkat perahu, spanduk besar, hingga tenda untuk properti. Bahkan memasang spanduk di ketinggian. Hal ini justru berujung tanpa apresiasi.
“Kami juga ada keluar kas, ada waktu istirahat kami yang terabaikan untuk gladi. (Kemudian berakhir) udah gitu aja. Karena manajemen waktu buruk, venue gak jelas.”
Selain itu, pihaknya merasa perlu ada pengenalan UKM kembali. Sebab posisi tenant yang berada di ujung menyebabkan sedikitnya Maba yang melihat ataupun sekadar lewat.
“Untuk apa minta maaf, kami nggak penting minta maaf, kami penting diberi waktu lagi untuk pengenalan karena betul-betul nggak ada apa-apa di stand kemarin.”
Sementara itu, Aji menyebut bahwa pihaknya mendapat tawaran berupa penayangan video profil UKM. Namun, hal tersebut dianggap tidak relevan karena yang diperlukan ruang untuk perkenalan.
“Yang diterima juga kami justru dilempar tanggung jawab, mereka kayak ‘ya udah gitu’. Ini akibat birokrat yang membuat Maba panas-panasan.”
Aji menilai, panitia seharusnya tidak hanya menyalahkan pihak birokrat, tetapi juga menyelesaikan masalah yang ada. “Sekelas BEM KM saja mereka nggak tau apa yang harus dilakukan,” keluhnya.
Paling penting, kata Aji, ganti rugi materi operasional, kerugian finansial untuk print, dan lainnya. Selain itu, ia juga meminta adanya waktu di luar PKKMB yang jelas dan fasilitas, minat menonton yang setara untuk perkenalan ulang.
“Paling ideal menurut saya itu kasih waktu di luar PKKMB yang jelas dan fasilitas, minat menonton yang setara, supaya kami ini bisa mendapat rebranding atau perkenalan ulang tanpa intervensi dan kekacauan panitia.”
Sementara itu, Ketua Pelaksana PKKMB 2026, Yosia Prima Sentosa Manurung menyampaikan permohonan maaf. Ia juga mengaku acara PKKMB sangat jauh dari maksimal dan perlu banyak hal yang dibenahi.
“Khususnya saya ingin menyoroti persiapan yang sangat minim yakni H-9 yang mana persiapan tersebut diakibatkan sulitnya kami untuk membangun komunikasi dengan pihak birokrat,” ungkap Yosia pada Rabu (12/8) melalui pesan suara Whatsapp.
Mengenai miskomunikasi dengan BEM fakultas, pihaknya menjelaskan bahwa telah melakukan koordinasi dengan Koordinator Lapangan (Korlap) fakultas. Bahkan di hari-H, yakni subuh sebelum acara, pihaknya masih menjalin komunikasi.
“Ketika acara berlangsung kami juga berkoordinasi bila diperlukan dengan teman-teman fakultas sehingga menurut saya komunikasi dengan teman teman fakultas dijalin dengan baik.”
Lebih lanjut, pihaknya mengutamakan kesehatan maba. Ketika acara sudah tidak kondusif, cuaca semakin panas, dan banyak Maba yang pingsan, keputusan tiap fakultas untuk menarik maba tidak dapat diintervensi.
“Hal tersebut tidak bisa kami intervensi karena kesehatan dan keamanan Maba merupakan hal yang utama.”
Yosia juga menyampaikan bahwa bentuk tanggung jawab yang akan dilakukan, yakni menyediakan wadah untuk menampilkan profil UKM pada Dies Natalis Unmul yang akan datang.
“Kami bertanggung jawab memberikan wadah kepada UKM untuk menampilkan profil. Itu sebagai bentuk upaya tanggung jawab kami atas kegagalan kami.” (mlt/mou)