Berita Kampus

FKM Unmul Siapkan Prodi K3, Targetkan Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2027

Menjawab kebutuhan tenaga kerja K3 yang spesifik dan kompeten, FKM Unmul menyiapkan prodi K3 yang ditargetkan dibuka pada tahun 2027

avatar
Sketsa Unmul

sketsaunmul@gmail.com


Sumber Gambar: Syerra/Sketsa

SKETSA – FKM tengah mempersiapkan pembukaan Program Studi (Prodi) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai prodi baru. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja terhadap tenaga profesional K3 yang lebih spesifik dan kompeten.

Dekan FKM Unmul, Iwan Muhammad Ramdan mengungkap rencana pendirian Prodi K3 telah dirancang sejak sekitar satu tahun lalu. Selain K3, FKM juga tengah mengusulkan pembukaan Prodi Kesehatan Lingkungan (Kesling).

“Latar belakangnya karena kebutuhan masyarakat yang membutuhkan sarjana yang lebih spesifik untuk profesional bidang K3 dan Kesling. Selama ini K3 hanya menjadi peminatan di Kesehatan Masyarakat dengan gelar tetap Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM),” ujarnya saat diwawancarai, Senin (17/4) lalu.

Sebelum mengusulkan pembukaan prodi baru, FKM telah melakukan survei dan mengadakan workshop bersama berbagai pihak terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga profesional K3 masih cukup tinggi. 

“Kami sudah melaksanakan survei dan workshop dengan stakeholder. Praktisi dari kedinasan maupun perusahaan sangat menyambut baik dan memang membutuhkan lulusan K3 yang lebih spesifik,” lanjutnya.

Meski demikian, Iwan menjelaskan proses pembukaan Prodi masih membutuhkan waktu karena melalui berbagai tahapan perizinan. Mulai pengajuan ke rektorat, penelaahan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), persetujuan Senat, rekomendasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), hingga izin kementerian. 

“Kemungkinan besar belum bisa menerima mahasiswa tahun ini. Mudah-mudahan izin bisa terbit tahun depan sehingga dapat dibuka pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2027,” jelasnya.

Apabila izin telah diterbitkan, FKM berencana membatasi jumlah mahasiswa pada angkatan pertama. Kuota yang disiapkan diperkirakan berkisar antara 80 hingga 100 mahasiswa atau sekitar dua kelas.

Sebagai prodi mandiri, K3 nantinya akan memiliki kurikulum yang lebih komprehensif dibandingkan saat masih menjadi peminatan di Prodi Kesehatan Masyarakat.

“Kalau masih peminatan, mahasiswa belajar Kesehatan Masyarakat secara umum terlebih dahulu, kemudian baru mengambil peminatan di semester empat atau lima. Kalau sudah menjadi prodi, sejak awal kurikulumnya memang dirancang spesifik ke K3 sehingga pembelajarannya lebih mendalam dan lebih lengkap,” ujarnya.

Lulusan Prodi K3 nantinya akan memperoleh gelar Sarjana K3 (S.K3.) sesuai nomenklatur yang ditetapkan pemerintah. Kehadiran prodi ini diharapkan mampu menghasilkan tenaga profesional yang siap bekerja di berbagai sektor, terutama industri dan perusahaan.

“Selama ini kebutuhan terbesar ada di perusahaan-perusahaan. Lulusan K3 bisa menjadi safety officer, health and safety manager, bekerja di pemerintahan, kedinasan, maupun lembaga non-pemerintah,” ujarnya.

Selain pengembangan Prodi K3, FKM juga menargetkan pembukaan Prodi Kesling yang akan menghasilkan lulusan bergelar Sarjana Kesehatan Lingkungan (S.KL.).

Di akhir wawancara, Iwan berharap kehadiran Prodi K3 dapat memperluas pilihan pendidikan di Unmul sekaligus menghasilkan lulusan yang siap bekerja di berbagai sektor. 

“Mudah-mudahan lulusan S.K3. memiliki peluang kerja yang lebih luas dan mampu berkontribusi bagi dunia kerja maupun pembangunan kesehatan di Indonesia,” pungkasnya. (tsr/nes/aya)



Kolom Komentar

Share this article