Kolaborasi Unmul Mengajar dan Farmasi Mengajar untuk Pendidikan di Perbatasan

Kolaborasi Unmul Mengajar dan Farmasi Mengajar untuk Pendidikan di Perbatasan

Sumber Gambar: Istimewa

Pembangunan suatu bangsa tidak lepas dari unsur pendidikan yang berkualitas. Salah satu isu yang hingga kini masih hangat yakni soal pemerataan pendidikan. Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur masih terdapat sekolah-sekolah yang tertinggal. Seperti SD Filial 004 Samarinda Utara, sebuah sekolah yang berdiri di tengah aktivitas pertambangan wilayah perbatasan antara Samarinda Utara dan Tenggarong Seberang.

Pada akhir November 2019 lalu, Universitas Mulawarman Mengajar (Unjar) berkolaborasi dengan Farmasi Mengajar mengadakan kegiatan Goes To School (GTS) Spesial Hari Anak Sedunia ke sekolah yang tengah viral di media ini. Jarak dari sekolah induk yang berada di Jalan Padat Karya cukup jauh. Medan yang ditempuh untuk sampai ke sekolah ini cukup menegangkan. Kondisi jalan berbatu, yang juga menjadi licin dan berlumpur saat hujan. Jalan alternatif lainnya dapat melalui L3, Tenggarong Seberang.

Bangunan SD Filial 004 ini terbilang tua, pasalnya telah berdiri sejak lama dan juga pernah direnovasi. Bahkan, salah satu dari 2 guru yang mengajar merupakan alumni sekolah tersebut. Mirisnya, di beberapa sisi bangunan telah retak. Ubin-ubin di bagian kiri lantai ruang kelas banyak yang terlepas. Sebagiannya retak dan pecah. Sang guru kerap cemas sekolah akan rubuh sewaktu-waktu.

Tidak banyak fasilitas yang tersedia, hanya terdapat tiga ruangan. Satu ruang digunakan sebagai kantor guru dan dua lainnya dipakai untuk aktivitas belajar-mengajar total 17 orang siswa. Terdapat 1 siswa kelas I, 3 siswa kelas II, 3 siswa kelas III, 3 siswa kelas IV, 3 siswa kelas V, dan 4 siswa di kelas VI. Kedua tenaga pengajar yang mengabdi di sekolah tersebut masih berstatus honorer. Tidak terdapat perpustakaan maupun alat-alat praktik layaknya yang dibutuhkan siswa-siswa SD untuk menunjang proses belajar.

Meski jumlahnya tidak banyak, antusias dan rona bahagia tersirat dari wajah-wajah siswa SD 004 Filial menyambut kedatangan volunter dengan almamater Unmul kala itu. Unjar dan Farmasi Mengajar hadir untuk menularkan semangat belajar dan menambah wawasan kepada anak-anak yang tinggal cukup jauh dari jangkauan keramaian.

Kegiatan awal dimulai dengan senam pagi bersama di lapangan sekolah, kemudian dilanjutkan dengan agenda penyampaian bercerita tentang “Kenapa Aku Harus Sekolah?”. Judul ini disampaikan dengan tujuan menanamkan kesadaran akan pentingnya belajar dan pendidikan.

Pada GTS ini juga mengadakan agenda Apoteker Cilik. Sebuah kegiatan yang mengenalkan siswa-siswa dengan profesi apoteker beserta kerja yang dilakukan. Tak cukup sampai situ, kegiatan Apoteker Cilik yang diisi oleh mahasiswa Fakultas Farmasi Unmul tersebut memberikan kesempatan untuk siswa melakukan praktik langsung.

Sore harinya, para siswa yang tinggal tak jauh dari sekolah datang kembali untuk nonton bersama. Berlanjut hingga salat magrib berjamaah dan belajar bersama untuk persiapan ujian semester. Kegiatan GTS yang berlangsung dari 29 November hingga 1 Desember 2019 itu ditutup dengan lomba-lomba dan pemberian surat kesan pesan.

“Kakak nanti ke sini lagi, ya. Kami bahagia sama kakak karena kakak baik, cantik dan ganteng. Kami harap kakak bisa main lagi sama kami”, tulis Dian, siswa kelas IV dalam suratnya.

Kabarnya, sekolah ini masih menjadi sengketa antara Pemerintah Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Hal ini disebabkan oleh klaim Kukar terhadap SD 004 Filial lantaran lokasinya berada di wilayah Kabupaten Kukar. Akibatnya, SD Filial tak banyak dapat bantuan dari Pemda Samarinda bahkan sekadar perbaikan bangunan.

Pemerintah dalam hal ini, perlu lebih sigap dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Kondisi-kondisi sekolah sebagai ladang ilmu dan tempat mengembangkan diri siswa dapat lebih diperhatikan. Mengingat anak-anak bangsa membutuhkan infrastruktur dan fasilitas belajar yang memadai demi mewujudkan pembangunan Indonesia.

Kobarkan Semangat Mengabdi untuk Pendidikan Indonesia!


Ditulis oleh Public Relation Gerakan Unmul Mengajar 2019