Sketsa, Jurnalisme Investigasi, dan Geprek Corner

Sketsa, Jurnalisme Investigasi, dan Geprek Corner

SKETSA – Setelah beberapa waktu lalu awak Sketsa mengisi kesegaran setelah penat melakukan rutinitas harian dengan mendaki Gunung Steling, Sabtu, (2/12) awak Sketsa mengisi kepala dengan bertandang ke outlet Geprek Express di kawasan ruko Jalan Siradj Salman sebagai peserta program Geprek Corner yang baru kali pertama diadakan.

Rafshanjani, Marketing Communication Specialist mengatakan Geprek Corner adalah salah satu program baru nan segar yang akhir tahun ini diusung oleh Geprek Express. Sebuah program yang memuat konsep sharing and caring seputar masalah profesi dan minat bakat.

Lebih lanjut Raffi menyebutkan tujuan berlangsungnya acara ini ada dua. Pertama, meningkatkan brand Geprek Express agar lebih dikenal masyarakat. Kedua, untuk membuka pemikiran mahasiswa dalam hal profesi, minat bakat, kehalian softskill dan hardskill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

Program ini rencananya akan dilaksanakan dua kali dalam sebulan, terbuka untuk umum. Raffi berharap Geprek Corner mendapatkan respons yang baik dari mahasiswa umum maupun mahasiswa organisatoris.

“Kita welcome kepada mereka untuk kerja sama semacam development seperti itu,” ucapnya Raffi.

Harga tiket masuk yang ditetapkan sebesar Rp10 ribu dengan mendapatkan fasilitas satu porsi Geprek Express Original, segelas es teh dan tentu saja asupan ilmu yang bermanfaat.

Tema yang diusung sewaktu kehadiran Sketsa ialah Jurnalisme Investigasi, dengan menghadirkan wartawan senior Kaltim Post Felanans Gevrido Yosef Mustari di kursi pemateri. Adapun, kursi-kursi peserta dipenuhi sekitar 18 anggota Sketsa. Acara berlangsung di lantai 2 outlet.

Pertama-tama, pertemuan pukul 15.00 Wita itu dibuka oleh Rafshanjani dengan menjelaskan singkat maksud dan tujuan acara. Kemudian, diberikan kepada moderator, Wahid Tawaqal yang juga merupakan Ketua Umum LPM Sketsa 2018.

Sebelum memasuki acara inti, moderator membacakan Curriculum Vitae (CV) pemateri. Felanans, sapaan akrabnya, ternyata adalah alumni Fakultas Teknik Unmul dan saat ini sedang menempuh Strata 2 di Program Magister Manajemen FEB Unmul.

Berbagai prestasi dalam dunia jurnalis pun dia miliki. Ada nominasi karya tulis jurnalistik Dahlan Iskan Award pada 2011, peringkat kedua lomba karya tulis jurnalistik nasional pada 2013 dan peraih medali emas dalam Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) pada 2016 silam.

Sementara itu, untuk perkara jurnalisme investigasi, Felanans juga tak perlu diragukan lagi. Salah satu karyanya yang fenomenal ialah investigasi sejarah keturunan mata biru di Kutai Barat.

Sesi talkshow akhirnya dimulai dengan lontaran pertanyaan tentang apa itu jurnalisme investigasi. Kemudian, metode tertentu untuk mengulik secara dalam sebuah isu, hingga tim investigasi. Felanans menjelaskan, dalam investigasi yang harus dimulai dengan asas praduga "bersalah", yakni berprasangka mengenai isu yang akan diungkap.

Sketsa pun tampak antusias, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan termasuk kendala yang dihadapi dalam proses meliput di lapangan yang langsung mendapat tanggapan. Benar-benar asupan ilmu jurnalistik yang bergizi. Senang sekali.

Kerap kali gelak tawa menghiasi jalannya sesi. Karena materi memang disampaikan mengalir dengan bumbu-bumbu contoh yang lucu.

Acara berakhir pukul 16. 00 Wita, dilanjutkan dengan makan bersama dengan menu yang dihidangkan oleh Geprek Express. Sembari menikmati Geprek Express original Sketsa dan Felanans banyak berbicang mengenai LPM Sketsa ke depan. Untuk Geprek Corner, ia pun memberi apresiasi.

"Acara ini sangat bagus. Lebih sering saja dilakukan. Beragamlah agar mendapatkan banyak ilmu dari yang lain," pungkasnya. (ubg/erp/aml)