Tentang Kabut

Tentang Kabut

Sumber Gambar: Rahman/Sketsa

ada cemas yang membumbung tinggi 

menemani perjalanan pagi

tas-tas di rumah pergi ke tempat kerja

bersama kekhawatiran yang tak terjeda

ada tangan yang tetap mengantar makan

meski sebagian wajah tak ditampakkan

ada buku catatan yang tak henti ditulis

meski surat edaran resmi dirilis

aktivitas tak berhenti

sekalipun kau ingin kopi

tetap keluar mencari kabar

di tengah lahan-lahan yang dibakar

semoga pejabat tidak hanya mengucap semoga

semoga semoga pergi menghasilkan harap yang tak sekadar semoga

puisi ini ditulis saat kebakaran lahan dan pejabat tak kunjung mengambil sikap

Puisi ini ditulis oleh Ai Nasyrah Nurdea, mahasiswa Program Studi  Sastra Indonesia FIB Unmul 2022