Cawan Jiwaku

Cawan Jiwaku

Sumber Gambar: Pinterest

Dalam jiwaku terdiri empat cawan
Bukan cawan yang cantik-cantik amat
Hanya seumumnya cawan.

Cawan satu berbalut emas,
Berisikan air asin yang diperah setiap hari,
Di bawah terik mentari, 
Bersahabat dengan kulit kasarku, juga dompet kasarku.

Cawan dua berbalut air asin,
Berisikan satu atau dua tetes,
Tidak selalu penuh setiap hari,
Hanya ketika ruh ku sedang memberontak saja.

Cawan tiga berbalut satu atau dua tetes ruh ku,
Isinya melompong,
Nihil,
Hanya ketika ruh ku rindukan tempatnya bersemayam.

Cawan empat berbalut kekosongan.
Isinya kosong,
Ruh ku turut kosong.

Puisi ini ditulis oleh Andini Oktaviandari, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2022.